Breaking News:

Luar Negeri

Anwar Ibrahim Disumpah sebagai Perdana Menteri ke-10 Malaysia, Akhir Kisah 24 Tahun Penantiannya

Anwar Ibrahim mengambil sumpah sebagai Perdana Menteri ke-10 Malaysia di hadapan raja di Istana Negara, Kuala Lumpur, Kamis (24/11/2022).

Editor: Faisal Zamzami
AFP
Perdana Menteri terpilih Malaysia Anwar Ibrahim meninggalkan Istana Negara setelah bertemu Yang di-Pertuan Agong Sultan Abdullah, Selasa sore (22/11/2022) 

Setelah bebas, Anwar kembali ke kancah politik Malaysia. Dia menjadi pemimpin oposisi dan membawa oposisi yang terkenal lemah menjadi kekuatan politik yang diperhitungkan.

Koalisi oposisi Pakatan Rakyat secara mengejutkan meraih jumlah kursi terbanyak dalam sejarah pada pemilihan umum (pemilu) 2008. Barisan Nasional untuk kali pertama kehilangan dua pertiga mayoritas kursi parlemen,

Anwar juga memimpin Pakatan Rakyat memenangi suara nasional terbanyak pada pemilu 2013, tetapi secara perolehan kursi masih kalah dari BN yang dipimpin Najib Razak.

Pelan tapi pasti, oposisi Malaysia semakin kuat. Analis politik meyakini hanya persoalan waktu Anwar akhirnya akan menduduki kursi PM.

Akan tetapi, pada Februari 2015, ambisi Anwar kembali terhambat setelah dia dijebloskan ke penjara untuk kali kedua karena kasus sodomi terhadap salah satu staf politiknya. 

Tidak sedikit yang memvonis karier politik Anwar telah tamat. Meski begitu, tanpa diduga tiga tahun kemudian koalisi oposisi multirasial Pakatan Harapan pimpinannya secara mengejutkan mengalahkan Barisan Nasional pada pemilu Mei 2018.

 
Skandal kasus korupsi 1MDB yang menjerat Najib menyudahi 61 tahun kekuasaan BN sebagai partai penguasa Malaysia.

Adapun Pakatan Harapan adalah koalisi oposisi pengganti Pakatan Rakyat setelah Partai Islam se- Malaysia (PAS) keluar.

Mahathir yang mengakhiri perseteruannya dengan Anwar kembali menjadi perdana menteri untuk kali kedua, kemudian mengajukan permohonan grasi untuk Anwar yang dikabulkan oleh Raja Malaysia.

Sesuai kesepakatan politik, Mahathir berjanji akan menyerahkan jabatan PM ke Anwar setelah dua tahun berkuasa. Namun, konflik internal koalisi dan keengganan Mahathir kembali menjegal mimpi Anwar.

Koalisi Pakatan Harapan kolaps pada Februari 2020 digantikan koalisi Melayu nasionalis Perikatan Nasional pimpinan Muhyiddin Yassin. Anwar kembali menjadi pemimpin oposisi Malaysia.

Memasuki usia 75 tahun, mulai muncul suara-suara mendesak Anwar untuk pensiun. Tidak sedikit yang menilai era Anwar sudah berakhir dan dia sudah kehilangan sihir politiknya. Suara-suara ini menginginkan dia menyerahkan tongkat estafet oposisi ke generasi yang lebih muda.

Anwar Ibrahim kemudian mematahkan suara-suara sumbang yang selalu meragukannya, Dia akan memimpin koalisi pemerintahan persatuan nasional yang terdiri dari Pakatan Harapan yang meraih kursi terbanyak pada pemilu Malaysia 2022, Barisan Nasional yang adalah musuh lama politiknya, partai regional Sabah Warisan, serta partai-partai kecil lainnya. 

Koalisi ini mengantongi 116 kursi, melewati angka 112 sebagai mayoritas minimal yang diperlukan di Dewan Rakyat.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved