Breaking News:

Internasional

Sekjen PBB Temui Raja Maroko, Sengketa Sahara Barat Diklaim Milisi Sahrawi Dukungan Aljazair

Sekjen PBB Antonio Guterres mengadakan pertemuan langka dengan Raja Maroko Mohammed VI di Rabat, Rabu (23/11/2022).

Editor: M Nur Pakar
AFP
Sekjen PBB Antonio Guterres melakukan kunjungan ke Maroko 

SERAMBINEWS.COM, RABAT - Sekjen PBB Antonio Guterres mengadakan pertemuan langka dengan Raja Maroko Mohammed VI di Rabat, Rabu (23/11/2022).

Keduanya membahas wilayah Sahara Barat yang disengketakan.

Konflik intensitas rendah di Sahara Barat telah mengadu Maroko melawan milisi kemerdekaan Sahrawi dari Front Polisario, yang didukung Aljazair selama 40 tahun lebih.

Maroko de facto menguasai 80 persen wilayah gurun yang luas, kaya akan fosfat dan pantai Atlantik yang panjang berbatasan dengan perairan kaya mineral.

Raja Mohammed menegaskan kembali posisi Maroko, perselisihan regional harus diselesaikan dalam kerangka kedaulatan dan integritas wilayah kerajaan.

PBB mengkonfirmasi Guterres dan raja telah membahas situasi di wilayah tersebut, khususnya di Sahara Barat.

Baca juga: Gara-gara Sengketa Sahara Barat, Aljazair Putuskan Hubungan Perdagangan dengan Spanyol

Pertemuan itu dilaksanakan di sela-sela Aliansi Peradaban PBB yang diadakan di Kota Fez, Maroko.

Kerajaan melihat Sahara Barat sebagai provinsi selatan miliknya sendiri, sebuah wilayah yang dikuasainya sebelum kolonial Spanyol merebutnya.

Front Polisario menyerukan referendum penentuan nasib sendiri, yang telah direncanakan ketika gencatan senjata ditandatangani pada tahun 1991 tetapi tidak pernah dilaksanakan.

Gencatan senjata itu dipatahkan pada November 2020.

Pada akhir Oktober 2022, Dewan Keamanan (DK) PBB meminta kedua belah pihak melanjutkan negosiasi guna memungkinkan solusi yang dapat diterima bersama.

Tahun lalu, Guterres menunjuk diplomat Italia-Swedia Staffan de Mistura sebagai utusan pribadinya untuk Sahara Barat, dalam upaya menghidupkan kembali proses perdamaian yang terhenti.

Baca juga: PBB Perpanjang Misi Penjaga Perdamaian di Sahara Barat, Cegah Pemberontakan di Maroko

Sejak saat itu, Mistura telah melakukan beberapa perjalanan ke wilayah tersebut.

Tetapi dalam laporan tahunannya yang baru diterbitkan, Guterres mengatakan sangat prihatin dengan situasi di wilayah Sahara Barat.

Mohammed VI menegaskan kembali dukungan kerajaan untuk upaya Sekretaris Jenderal dan utusan pribadinya.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved