Breaking News:

Internasional

Palestina Makin Terancam, Politisi Anti-Arab Menjadi Calon Menteri Keamanan Israel, Ini Sikapnya

Politisi ekstremis Itamar Ben-Gvir, yang memiliki catatan panjang retorika dan aksi anti-Arab, akan menjadi Menteri Keamanan Israel berikutnya.

Editor: M Nur Pakar
Jerusalem Post
Politisi Israel anti-Arab Itamar Ben-Gvir 

SERAMBINEWS.COM, JERUSALEM - Politisi ekstremis Itamar Ben-Gvir, yang memiliki catatan panjang retorika dan aksi anti-Arab, akan menjadi Menteri Keamanan Israel berikutnya.

Hal itu berdasarkan beberapa kesepakatan koalisi yang dibuat oleh mantan Partai Likud Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Likud mengumumkan kesepakatan dengan partai Kekuatan Yahudi Ben-Gvir, seperti dilansir AP, Jumat (25/11/2022).

Negosiasi dengan tiga calon mitra koalisi sayap kanan dan ultra-Ortodoks lainnya terus berlanjut.

Jika berhasil, Netanyahu akan kembali ke kantor perdana menteri dan memimpin pemerintahan sayap kanan dan paling keras dalam sejarah Israel .

Pemberian peran sensitif kepada Ben-Gvir menimbulkan kekhawatiran akan eskalasi lebih lanjut dalam ketegangan Israel-Palestina.

Baca juga: Tentara Israel Bersama Buldozer Serbu Timur Nablus, Tiga Warga Palestina Terluka

Ben-Gvir dan sekutunya berharap untuk memberikan kekebalan kepada tentara Israel yang menembak warga Palestina.

Lainnya, mendeportasi anggota parlemen saingannya dan menjatuhkan hukuman mati pada warga Palestina yang dihukum karena menyerang orang Yahudi.

Ben-Gvir, murid seorang rabi rasis, Meir Kahane , yang dilarang dari parlemen dan partai Kach-nya dicap sebagai kelompok teroris oleh Amerika Serikat sebelum dibunuh di New York pada 1990.

Menjelang pemilihan 1 November 2022 Israel, Ben-Gvir menjadi berita utama untuk pidato dan aksi anti- Palestina.

Dia sempat mengacungkan pistol dan mendorong polisi untuk menembaki pelempar batu Palestina di lingkungan Yerusalem yang tegang.

Sebelum menjadi pengacara dan terjun ke dunia politik, dia dihukum karena pelanggaran, termasuk menghasut rasisme dan mendukung organisasi teroris.

Dalam peran barunya, dia akan bertanggung jawab atas polisi.

Baca juga: Mahmoud Abbas Prihatinkan Kembalinya Netanyahu, PBB Sudah Abaikan Palestina Selama 70 Tahun

Sehingga, memungkinkannya menerapkan beberapa kebijakan garis keras terhadap warga Palestina yang telah dia anjurkan selama bertahun-tahun.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved