Breaking News:

Jurnalisme Warga

Piala Dunia, Ajang Menyatukan Lintas Kultural di Warkop

Opening ceremony pun disuguhkan dengan BTS Jungkook dari Korsel dan aktor papan atas Morgan Freeman yang menyampaikan pesan perdamaian

Editor: bakri
Piala Dunia, Ajang Menyatukan Lintas Kultural di Warkop
FOR SERAMBINEWS.COM
FERI IRAWAN, S.Si., M.Pd., Kepala SMK Negeri 1 Jeunieb dan Ketua Daerah Ikatan Guru Indonesia (IGI) Bireuen, melaporkan dari Kota Juang

OLEH FERI IRAWAN, S.Si., M.Pd., Kepala SMK Negeri 1 Jeunieb dan Ketua Daerah Ikatan Guru Indonesia (IGI) Bireuen, melaporkan dari Kota Juang

Perhelatan pesta sepak bola terakbar di dunia, World Cup 2022, baru saja ditabuh Minggu (20/11/2022) hingga 18 Desember 2022.

Pesta sepak bola empat tahunan yang digelar di Qatar ini merupakan pergelaran ke-22 dan cukup menarik perhatian dunia hingga masyarakat Bireuen.

Untuk pertama kalinya turnamen ini diselenggarakan di Jazirah Arab yang mayoritas berpenduduk muslim.

World Cup 2022 ini juga akan menjadi Piala Dunia kedua yang diadakan di Asia setelah Piala Dunia 2002 di Korea Selatan dan Jepang.

Opening ceremony pun disuguhkan dengan BTS Jungkook dari Korsel dan aktor papan atas Morgan Freeman yang menyampaikan pesan perdamaian.

Kerumunan orang semakin riuh setiap malam di warung kopi (warkop) untuk menikmati setiap detik pertunjukan para bintang lapangan hijau berkelas dunia merupakan magnet kuat turnamen ini, di samping karena memang sepak bola merupakan olahraga paling populer di muka bumi.

Kabupaten Bireuen yang dijuluki “Kota Nagasari” pun tak luput dari demam Piala Dunia ini.

Setidaknya ajang ini dapat menjadi hiburan "paket lengkap" yang murah dan berkualitas bagi saya dan masyarakat, di tengah beragamnya kasus negeri ini yang sampai saat ini belum ada titik temu penyelesaiannya.

Pesta ini menghipnotis semua orang.

Piala Dunia dapat menghilangkan status sosial masyarakat.

Baca juga: Timnas Qatar Langsung Tersingkir dari Piala Dunia 2022

Baca juga: Iran Punya Modal Lawan AS Usai Menang dari Wales

Seorang kepala dinas, camat, kepala desa, mahasiswa, polisi, pedagang, seniman, dan tukang becak sekalipun duduk dan berteriak bersama di depan layar kaca.

Ciptakan sejarah

Kompetisi baru saja dimulai, tetapi World Cup 2022 ini sudah menciptakan sejarah baru.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved