Breaking News:

Internasional

Iran Tolak Penyelidikan PBB, Negara Asing Ikut Menyebar Kerusuhan

Iran menolak penyelidikan independen PBB yang baru ditunjuk atas penindasan terhadap protes anti-pemerintah.

Editor: M Nur Pakar
AFP
Warga melakukan demonstrasi untuk mengutuk penembakan warga sipil usai shalat Jumat di Zahedan, Iran. 

SERAMBINEWS.COM, DUBAI - Iran menolak penyelidikan independen PBB yang baru ditunjuk atas penindasan terhadap protes anti-pemerintah.

Kementerian Luar Negeri Iran, Senin (28/11/2022) mengatakan demonstrasi tidak menunjukkan tanda-tanda mereda.

" Iran tidak akan bekerja sama dengan komite politik yang dibentuk Dewan HAM PBB," kata juru bicara kementerian Nasser Kanaani.

Dewan Hak Asasi PBB memilih pada hari Kamis untuk menunjuk penyelidikan atas tindakan mematikan Iran terhadap protes.

Volker Turk, komisaris hak asasi manusia PBB, menuntut agar Iran mengakhiri penggunaan kekuatannya yang tidak proporsional dalam meredam protes yang meletus.

Menantang legitimasi Republik Islam, demonstran dari semua lapisan masyarakat telah membakar foto-foto Khamenei dan menyerukan kejatuhan teokrasi Muslim Syiah Iran.

Baca juga: Kerusuhan Iran Masuk Piala Dunia 2022, Kelompok Pro dan Anti-Pemerintah Bentrok di Luar Stadion

Kerusuhan telah menjadi salah satu tantangan paling berani bagi elit penguasa ulama Iran sejak berkuasa dalam revolusi Islam 1979, meskipun pihak berwenang telah menghancurkan putaran protes besar sebelumnya.

Iran menyalahkan musuh asing dan agen mereka atas kerusuhan itu.

Iran memiliki bukti bahwa negara-negara Barat terlibat dalam protes yang melanda negara itu, kata Kanaani, Senin.

“Kami memiliki informasi spesifik yang membuktikan bahwa AS, negara-negara Barat, dan beberapa sekutu Amerika berperan dalam protes tersebut,” katanya, tanpa memberikan perincian.

Iran tidak menyebutkan jumlah korban tewas demonstran.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Ali Bagheri Kani, mengatakan sekitar 50 polisi telah tewas dan ratusan lainnya terluka dalam kerusuhan itu.

Baca juga: Iran Perkuat Keamanan Perbatasan, Cegah Penyusup Kurdi dari Irak

Sebuah angka resmi pertama untuk kematian di antara pasukan keamanan.

Dia tidak mengatakan apakah angka itu juga termasuk kematian di antara pasukan keamanan lainnya seperti Garda Revolusi.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved