Breaking News:

Berita Banda Aceh

Peringati Hari Paru se Dunia, PDPI Aceh Periksa Fungsi Paru Gratis di Car Free Day Banda Aceh

dr Nurrahmah Yusuf SpP(K) selaku penangung jawab kegiatan menjelaskan PPOK merupakan suatu penyakit yang dapat dicegah dan diobati

Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Nur Nihayati
Istimewa
Pj Wali Kota Banda Aceh H Bakri Siddiq mengunjungi stand Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Aceh yang melayani pemeriksaan fungsi paru gratis bagi warga pada acara Car Free Day Banda Aceh, Minggu (27/11/2022) pagi. IST 

dr Nurrahmah Yusuf SpP(K) selaku penangung jawab kegiatan menjelaskan PPOK merupakan suatu penyakit yang dapat dicegah dan diobati

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Dalam rangka memperingati hari paru se dunia, Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Aceh menggelar pemeriksaan fungsi paru gratis bagi warga pada acara Car Free Day Banda Aceh, Minggu (27/11/2022) pagi.

Sebelum pemeriksaan fungsi paru, dokter spesialis paru Aceh menggelar senam pernapasan, skrining penyakit Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK), dan  konsultasi kesehatan paru.  Pj Wali Kota Banda Aceh H Bakri Siddiq SE MSi tampak ikut berpartisipasi pada kegiatan tersebut.

dr Nurrahmah Yusuf SpP(K) selaku penangung jawab kegiatan menjelaskan PPOK merupakan suatu penyakit yang dapat dicegah dan diobati meskipun menyebabkan sesak napas, produksi dahak kronis, dan batuk. “Pemeriksaan fungsi paru menggunakan spirometri dilakukan secara gratis bagi pengunjung,” katanya.

PPOK saat ini menjadi salah satu penyebab utama kematian di seluruh dunia dan sangat lazim di negara-negara berpenghasilan rendah. Diperkirakan tiga juta orang di seluruh dunia meninggal setiap tahun karena PPOK.

Jumlah ini diperkirakan akan meningkat karena populasi yang menua dan terus terpapar faktor risiko seperti asap tembakau. Paparan asap tembakau dan partikel dan gas beracun yang dihirup lainnya merupakan faktor risiko utama PPOK.

Ketua PDPI Aceh dr Ferry Dwi Kurniawan SpP(K) menyampaikan meskipun saat ini tidak ada obat untuk PPOK, namun terdapat sejumlah tindakan sederhana yang dapat dilakukan untuk menguranginya.

Misalnya, lingkungan tempat bekerja yang memiliki udara yang bersih, saling menjaga kebersihan udara dengan baik, dan baik pasien maupun keluarga dapat mendukung upaya-upaya penelitian dan akses perawatan yang lebih baik, termasuk dukungan rehabilitasi paru dan layanan kesehatan mental.

Selain itu, penyedia dan pembuat kebijakan dapat bekerja sama untuk meningkatkan akses ke obat esensial, konsultasi kesehatan dan akses yang lebih baik untuk pasien di tempat terpencil untuk mencapai kesehatan global.(*) 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved