Breaking News:

Berita Luar Negeri

Strategi Perang Putin, Orang Eropa Lebih Banyak Mati tanpa Tembakan Senjata Rusia

Menurut sebuah analisis baru, akan ada lebih banyak orang yang meninggal dunia di Eropa pada musim dingin ini karena "senjata energi" Vladimir Putin

Editor: Muhammad Hadi
AFP
Senjata energi Putin bikin negara-negara Eropa kesulitan saat musim dingin. FOTO - Sejumlah warga yang memakai masker berjalan melewati jalan yang dipenuhi salju di London, Inggris. 

Strategi Perang Putin, Orang Eropa Lebih Banyak Mati tanpa Tembakan Senjata Rusia

SERAMBINEWS.COM - Sepertinya Presiden Rusia, Vladimir Putin sudah memikirkan strategi perang sebelum menyerang Ukraina

Energi merupakan senjata seungguh Rusia yang bisa bikin negara penentang perang menderita.

Strategi perang Putin ternyata membuat negara-negara di Eropa sekarat. 

Perang energi begitu efektif saat kawasan eropa memasuki musim dingin.

Presiden Rusia Vladimir Putin
Presiden Rusia Vladimir Putin (AFP)

Selama ini negara-negara di Eropa bergantung energi dari Rusia.

Begitu pasokan energi di batasi, maka negara-negara di Eropa kesulitan menghadapi musim dingin.

Akibatnya jumlah kematian bakal meningkat dampak dari musim dingin.

Baca juga: Penembakan Rusia Tewaskan 32 Orang di Kherson Ukraina Setelah Pembebasan

Menurut sebuah analisis baru, akan ada lebih banyak orang yang meninggal dunia di Eropa pada musim dingin ini karena " senjata energi" Vladimir Putin daripada mereka yang tewas di medan perang di Ukraina.

Melansir The Telegraph, The Economist memodelkan pengaruh melonjaknya harga listrik terhadap kematian selama musim dingin

The Economist juga menyimpulkan bahwa biaya energi saat ini kemungkinan besar akan menyebabkan 147.000 kematian tambahan jika itu adalah musim dingin biasa.

Namun, dalam musim dingin yang sangat keras, angka kematian bisa naik menjadi 185.000.

Bahkan jika itu adalah musim dingin normal, angka kematiannya masih sekitar 79.000.

Sementara itu, perkiraan kematian medan perang dalam perang Ukraina sejauh ini adalah sekitar 60.000, masing-masing hingga 30.000 untuk Rusia dan Ukraina.

Baca juga: Piala Dunia - Di Belgia dan Belanda, Massa Bikin Rusuh Bakar Mobil, di Maroko Rayakan Kemenangan

Halaman
123
Sumber: Kontan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved