Breaking News:

Opini

Achmad Marzuki Menerjang Badai

100 hari pertama Achmad Marzuki menduduki jabatan sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, namun perubahan yang diharapkan belum terlihat banyak

Editor: bakri
Achmad Marzuki Menerjang Badai
FOR SERAMBINEWS.COM
SUDIRMAN HASAN Sekjen Forum LSM Aceh

OLEH SUDIRMAN HASAN,  Sekjen Forum LSM Aceh 

SUDAH 100 hari pertama Mayjen (Purn) Achmad Marzuki menduduki jabatan sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, namun perubahan yang diharapkan belum terlihat banyak.

Hal ini bisa dimaklumi, sebab sebagai pejabat sementara, beban Achmad Marzuki tidak seperti kepala daerah definitif yang dipaksa mengejar capaian tertentu.

Ia hanya diminta fokus menjalankan pemerintahan dengan baik, taat pada aturan main, dan mampu membenahi manajemen birokrasi.

Jadi, kalaupun kondisi Aceh belum mengalami perubahan selama 100 hari kepemimpinannya, hal itu tidak lepas dari jejak peninggalan pemerintahan sebelumnya.

Ibarat sebuah truk, Achmad Marzuki adalah sopir tambahan yang membawa truk berhenti di tengah jalan untuk sampai ke stasiun utama.

Namun dengan masa jabatan yang diperkirakan lebih dari dua tahun, tentu ia harus mampu menunjukkan progres signifikan.

Setidaknya ia bisa membuka jalan untuk menyelesaikan ‘PR’ besar yang selama bertahun-tahun terjadi di Aceh.

Dalam rapat koordinasi bersama para bupati dan wali Kkta se-Aceh pada 13- 14 Oktober lalu, Achmad Marzuki mengakui ada 8 PR besar yang harus ditanganinya ke depan, yaitu: pengendalian inflasi daerah; prevalensi stunting yang tinggi; penanganan kemiskinan ekstrem; realisasi dana Otonomi Khusus Aceh; pemberdayaan ekonomi masyarakat; mitigasi bencana dan penanganan banjir; penyelesaian RTRW Aceh; serta persiapan menjelang Pemilu/Pemilukada 2024.

Untuk kasus inflasi, boleh dikatakan ini merupakan sesuatu yang baru dialami Aceh, sebab selama tiga bulan terakhir ini Aceh mengalami inflasi yang cukup besar.

Bayangkan saja, pada Juli 2022 angka inflasi Aceh sampai menyentuh 6,97 persen (yoy), lebih tinggi dari inflasi nasional yang sebesar 4,94 % (yoy).

Dua bulan kemudian, inflasi itu malah naik mencapai 7,38 persen.

Baca juga: Pj Gubernur Aceh Achmad Marzuki Berkunjung ke Makorem 011/LW dan Tinjau Dampak Banjir

Baca juga: Ditagih Pembangunan Mangkrak, Pj Gubernur Aceh Achmad Marzuki: Sudah Dicatat, Mudah-mudahan Bisa

Meningkatnya inflasi tersebut terjadi karena adanya ketimpangan supply and demand.

Dari sisi supply, inflasi didorong oleh terbatasnya pasokan sejumlah komoditas pangan tertentu, sementara dari sisi demand, inflasi meningkat karena naiknya permintaan akan barang dan jasa pasca pandemi Covid- 19.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved