Breaking News:

Kasus Korupsi

Jaksa Tetapkan Mantan Dirut PDAM Tirta Krueng Meureudu Sebagai Tersangka Korupsi

SH diduga terlibat penyelewengan tagihan rekening air para pelanggan pada PDAM Tirta Krueng Meureudu sejak tahun 2016 sampai dengan 2020.

Penulis: Idris Ismail | Editor: Taufik Hidayat
Dok Humas
Tim penyidik Kejaksaan Negeri Pidie Jaya menggiring mantan direktur PDAM Krueng Meureudu ke mobil tahanan usai ditetapkan sebagai tersangka, Selasa (29/11/2022) petang. 

Laporan Idris Ismail | Pidie Jaya

SERAMBINEWS.COM, MEUREUDU - Kejaksaan Negeri Kejari) Pidie Jaya (Pijay) menetapkan mantan direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Krueng Meureudu, SH (Syamsul Bahri) sebagai tersangka, Selasa (29/11/2022) petang.

Penetapan SB sebagai tersangka setelah hasil pemeriksaan panjang sehingga terbukti telah merugikan negara Rp 712.283.169.00 pada penyelewengan pengelolaan penerimaan tagihan rekening air para pelanggan pada PDAM Tirta Krueng Meureudu sejak tahun Anggaran 2016 sampai dengan 2020 lalu. Selanjutnya SB resmi ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) kelas II B Sigli Pidie.

“Penetapan tersangka SB ini berdasarkan  Surat Perintah Penyidikan (SPP) Nomor Print-01/L.1.31/Fd.1/05/2022 tanggal 25 Mei 2022 lalu terhadap dugaan penyimpangan pengelolaan penerimaan tagihan rekening air oelanggan  PDAM Tirta Krueng Meureudu Tmtahun anggaran 2016 sampai dengan 2020 lalu  untuk membuat terang tindak pidana dan guna menemukan tersangkanya,"sebut Kajari Pijay, Oktario Hartawan Achmad SH MH kepada Serambinews.com, Rabu (30/11/2022).

Dari hasil pengembangan kasus tersebut, bahwa sumber pendapatan PDAM salah satunya berasal dari tagihan rekening pelanggan rumah sebanyak 6.710 yang terbagi menjadi tiga) unit atau instalasi Kota Kecamatan (Ikk) yakni Unit Meureudu, Unit Panteraja Dan Unit Ulim yang ditagih oleh petugas penagih dan disetorkan ke rekening PDAM di BPD Aceh Unit Meureudu.

Berdasarkan data rekening tertagih sebagaimana yang tercatat di dalam Buku Kas Umum (BKU), Buku DRD Tertagih dibandingkan dengan Laporan Penerimaan Penagihan (LPP) dari rekening koran pada rekening 085.01036200.11 An. PDAM Tirta Krueng Meureudu Di BPD Aceh Syariah Cabang Meureudu jumlah uang yang berhasil ditagih oleh Penagih kurun waktu Tahun 2016 sampai dengan 2020 adalah sejumlah Rp. 12.018.320.560.

Sementara jumlah uang tagihan yang disetorkan berdasarkan slip tanda terima dan catatan pada BKU hanya sebesar Rp. 11.228.355.465. Jadi, dalam kurun waktu 2016 sampai dengan 2020 ditemukan uang tagihan rekening pelanggan yang digunakan oleh staf penagih yang seharusnya disetorkan ke rekening PDAM Tirta Krueng Meureudu di BAS  Cabang Meureudu dan diketahui oleh Direktur namun tidak dilakukan penindakan maupun teguran.

Artinya, Direktur tidak menjalankan tugas dan tanggungjawabnya secara profesional sebagaimana disyaratkan dalam Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2003 tentang keuangan negara, Peraturan Menteri Dalam Negeri (Peendagri) Nomor 2 Tahun 2007 tentang Organisasi dan Kepegawaian Perusahaan Daerah Air Minum Dan Qanun Nomor 5 Tahun 2010 Tentang Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

“Sehingga Penerimaan PDAM seharusnya menjadi penerimaan dalam RKAP, namun karena tidak disetorkan sehingga Tahun 2016 S/D 2020 PDAM mengalami kerugian negara sebesar  Rp. 712.283.169,00,"jelasnya.

Ditambahkan Oktario Hartawan Achmad, penetapan tersangka ini juga berdasarkan Laporan Hasil Audit Penghitungan (LHAP) kerugian negara oleh Tim Perhitungan Kerugian Keuangan Negarac(PKKN)  oleh Inspektorat Aceh terhadap dugaan Tindak pidana korupsi Penyimpangan/ Penyelewengan dalam pengelolaan penerimaan tagihan rekening oelanggan PDAM Tirta Krueng Meureudu sejak  2016 hingga  2020 lalu.

“Dengan  alat bukti yang cukup sesuai ketentuan Pasal 183 dan Pasal 184 Ayat (1) KUHAP, penyidik menetapkan S B (Syamsul Bahri) selaku Direktur PDAM Tirta Krueng Meureudu sebagai Tersangka dalam Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi ini," ungkapnya.(*)

Baca juga: Air Minum Kita Masih Kadang-kadang Bersih

Baca juga: Dirut PDAM Tirta Krueng Meureudu Dikukuhkan

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved