Internasional

Rumah Sakit Virtual Seha Arab Saudi Luncurkan Program Layanan Virtual Pasien Stroke

Kementerian Kesehatan Arab Saudi yang diwakili Rumah Sakit Virtual Seha dan Pusat Pemberdayaan Inovasi ini menandatangani perjanjian kerja sama dengan

Editor: M Nur Pakar
ArabNews
Seorang dokter memberi penjelasan tentang layanan virtual untuk pasien stroke di Arab Saudi. 

SERAMBINEWS.COM, RIYADH - Kementerian Kesehatan Arab Saudi yang diwakili Rumah Sakit Virtual Seha dan Pusat Pemberdayaan Inovasi ini menandatangani perjanjian kerja sama dengan perusahaan lokal.

Kesepakatan itu untuk memberi perawatan pasien stroke secara virtual atau jarak jauh.

Perjanjian tersebut akan memastikan beberapa fasilitas kesehatan terhubung dengan Seha Virtual Hospital untuk layanan tersebut.

Pakta tersebut meliputi pelatihan, kuliah, lokakarya, dan simulasi menggunakan teknologi Kecerdasan Buatan (AI), seperti dilansir Arab News, Rabu (30/11/2022).

Dokter juga dapat membantu mendiagnosis penyakit langka seperti fibrosis paru idiopatik.

Rumah Sakit Virtual Seha diluncurkan pada Februari 2022 sebagai bagian dari upaya Kerajaan mendigitalkan sektor kesehatannya, yang merupakan bagian dari program Visi 2030.

Baca juga: Arab Saudi Tawarkan Investasi Sektor Perjalanan dan Pariwisata Global Rp 94.352 Triliun Sampai 2030

Terhubung dengan 152 rumah sakit dan mencakup lebih dari 34 subspesialisasi di seluruh Arab Saudi, Rumah Sakit Virtual Seha mengklaim sebagai yang terbesar di dunia.

Bahkan, yang pertama di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara.

Pasien tidak perlu lagi melakukan perjalanan ke berbagai bagian Kerajaan untuk diperiksa oleh dokter spesialis, dan tidak terbatas pada jam klinik reguler.

Sebelumnya, seorang pejabat kepada Arab News mengatakan pasien dapat menerima pendapat medis kedua dan ketiga dari ruang konsultasi yang sama.

Tidak seperti panggilan video sederhana dengan dokter, rumah sakit virtual memungkinkan pasien mengunjungi rumah sakit setempat.

Bahkan, dapat menghadiri sesi klinis video langsung secara real-time dengan spesialis top dari seluruh Kerajaan.

Baca juga: 200 Tenaga Kesehatan Ikut Simposium Acute Stroke di Balai Kota Banda Aceh

Selama sesi, tanda-tanda vital, tes, dan rontgen dapat diambil dan dibagikan dengan jaringan spesialis.

Intervensi darurat dapat diberikan sepanjang waktu, dengan spesialis terbaik yang dapat membimbing staf junior setempat dengan kasus yang rumit.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved