Breaking News:

Kesehatan

Hari AIDS Sedunia 2022, Seksolog dr Boyke Ingatkan Bahaya Gonta Ganti Pasangan Berhubungan Intim

Menurut seksolog dr Boyke, media penularan penyakit HIV/AIDS bisa ditularkan melalui berhubungan intim terutama yang sering gonta-ganti pasangan.

Penulis: Firdha Ustin | Editor: Ansari Hasyim
Boykepedia
dr boyke mengungkap bahaya gonta ganti pasangan berhubungan intim. 

Hari AIDS Sedunia 2022, Seksolog dr Boyke Ingatkan Bahaya Gonta Ganti Pasangan Berhubungan Intim

SERAMBINEWS.COM - 1 Desember diperingati sebagai Hari Acquired Immune Deficiency Syndrome atau Hari AIDS sedunia.

Dikutip dari laman WHO, tahun 2022 ini, Hari AIDS sedunia bertemakan "Equalize" atau menyamakan.

Melalui tema Hari AIDS Sedunia 2022, WHO menyerukan kepada para pemimpin dan warga dunia untuk dengan berani mengakui dan mengatasi ketidaksetaraan yang menghambat kemajuan dalam mengakhiri AIDS.

AIDS adalah penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh sehingga pengidapnya mengalami kehilangan kemampuan untuk melawan infeksi.

Penyakit ini disebabkan oleh Human Immunodeficiency Virus (HIV).

Menurut seksolog dr Boyke, satu diantara media penularan penyakit AIDS bisa ditularkan melalui berhubungan intim terutama yang sering gonta-ganti pasangan.

Baca juga: Ingin Hamil Anak Perempuan? Seksolog dr Boyke Sarankan Suami Sering Makan Ini

Risiko penularan HIV/AIDS lebih tinggi pada orang-orang yang yang berhubungan seksual dengan lebih dari dari satu pasangan alias gonta ganti pasangan.

Semakin banyak pasangan yang Anda miliki, maka semakin besar kemungkinan salah satu di antaranya telah terinfeksi HIV/AIDS dan tidak menyadarinya.

Dikutip Serambinews.com dari kanal YouTube Sonora FM diunggah pada 31 Maret 2021, dr Boyke mengatakan, orang yang suka gonta ganti pasangan berisiko terkena penyakit menular seksual dan parahnya terkena HIV/AIDS.

Itu sebabnya, bagi yang suka gonta ganti pasangan harus rutin melakukan pemeriksaan atau tes HIV/AIDS bagi pelaku hubungan intim, terlebih jika berganti pasangan.

Tes ini penting, karena pada awal HIV/AIDS menyerang tidak ada gejala yang ditimbulkan.

"Di awal ketika masuk itu tidak ada gejala, terkadang benar-benar tidak ada gejala sama sekali, tergantung daya tahan tubuhnya," ujarnya.

Baca juga: Selalu Lemas saat Menstruasi? Coba Trik Manjur Ini ala dr Boyke, Cuma Makan Buah dan Sayur Berikut

"Baru sekitar 6 bulan, kita sebut itu sebagai fase jendela, mulailah yang namanya darah terdeteksi. Sebelum itu sama sekali belum terdeteksi," sebut dr Boyke.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved