Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Komisi Eropa Usul Sita Aset Rusia, Diperkirakan 200.000 Tentara Moskow Tewas

Komisi Eropa mengusulkan penyitaan aset Rusia yang telah dibekukan untuk menghukum Moskwa atas invasinya ke Ukraina

Editor: bakri
Photo by SAUL LOEB / AFP) (AFP/SAUL LOEB
Presiden AS Joe Biden (Tengah), Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, Kanselir Jerman Olaf Scholz, Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, Perdana Menteri Jepang Kishida Fumio, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, Presiden Dewan Eropa Charles Michel, Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez, Perdana Menteri Belanda Mark Rutte dan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken berkumpul untuk mengadakan pertemuan darurat untuk membahas serangan rudal di wilayah Polandia dekat perbatasan dengan Ukraina, di garis samping KTT para pemimpin G20 di Nusa Dua, di pulau resor Indonesia Bali pada 16 November 2022. 

BRUSSELS - Komisi Eropa mengusulkan penyitaan aset Rusia yang telah dibekukan untuk menghukum Moskwa atas invasinya ke Ukraina.

Usul tersebut disampaikan Presiden Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen pada Rabu (30/11/2022), sebagaimana dilansir Reuters.

Usulan tersebut menjajaki opsi hukum dengan mitra-mitra Uni Eropa guna memberi kompensasi kepada Kyiv atas kerusakan yang diderita negara tersebut.

Para pejabat di Uni Eropa, AS, dan negara-negara Barat lainnya telah berdebat selama berbulan-bulan bagaimana cara menyita aset Rusia yang disimpan di luar negeri secara legal yang dibekukan oleh sanksi.

Masalahnya adalah bahwa di sebagian besar negara anggota Uni Eropa, penyitaan aset yang dibekukan hanya dimungkinkan secara hukum jika ada hukuman pidana.

Selain itu, banyak aset warga negara Rusia yang masuk daftar hitam sulit disita atau bahkan dibekukan karena terdaftar sebagai milik anggota keluarga.

“Kami telah memblokir 300 miliar euro cadangan Bank Sentral Rusia dan kami telah membekukan 19 miliar euro uang oligarki Rusia," kata von der Leyen dalam sebuah pernyataan.

Dia menuturkan, dalam jangka pendek, Uni Eropa dan para mitranya dapat mengelola dana dan menginvestasikannya.

Baca juga: Ukraina Tahan Pejabat Kherson, Dituduh Sebagai Pengkhianat, Membantu Rusia

Baca juga: Rusia Peringatkan Amerika Serikat, Risiko Terus Mendukung Ukraina Akan Sangat Mengerikan

Hasil dari pengelolaan dana dan investasi itu akan disalurkan ke Ukraina yang pada akhirnya akan mengkompensasi kerusakan yang diderita negara tersebut.

“Kami akan bekerja pada perjanjian internasional dengan mitra kami untuk memungkinkan hal ini.

Dan bersama-sama, kami dapat menemukan cara legal untuk mencapainya,” ujar von der Leyen.

Dia juga mengatakan bahwa Uni Eropa mengusulkan pembentukan pengadilan khusus, yang didukung oleh PBB, untuk menyelidiki dan menuntut kejahatan agresi Rusia.

Rusia mengatakan, pembekuan cadangan bank sentralnya dan aset warganya adalah ilegal.

Moskwa menyangkal bahwa invasi, yang disebutnya sebagai operasi militer khusus, merupakan agresi ilegal terhadap Ukraina.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved