Breaking News:

Internasional

Liga Arab Rayakan Hari Solidaritas Internasional Dengan Palestina, Kekejaman Israel Semakin Menggila

Liga Arab merayakan Hari Solidaritas Internasional dengan Rakyat Palestina pada 29 November 2022 dengan acara diplomatik dan budaya tingkat tinggi

Editor: M Nur Pakar
HAZEM BADER / AFP
Pasukan keamanan Israel membidik di tengah bentrokan dengan pengunjuk rasa Palestina di pusat kota Hebron di Tepi Barat yang diduduki, pada 30 Oktober 2022. 

SERAMBINEWS.COM, KAIRO - Liga Arab merayakan Hari Solidaritas Internasional dengan Rakyat Palestina pada 29 November 2022 dengan acara diplomatik dan budaya tingkat tinggi di Kairo, Mesir.

Acara tersebut dihadiri oleh banyak perwakilan negara Arab dan diplomat asing di Kairo serta sejumlah tokoh masyarakat.

Ahmed Aboul Gheit, Sekretaris Jenderal Liga Arab menyampaikan pidato pembukaan pada acara tersebut.

Dimana, juga dihadiri Menteri Luar Negeri Palestina Riyad Al-Maliki, dan perwakilan dari PBB, Al-Azhar Al-Sharif dan Gereja Mesir.

Aboul Gheit mengkritik kelambanan masyarakat internasional atas kekejaman Israel yang terus berlanjut terhadap rakyat Palestina.

Seperti pembunuhan warga sipil oleh pasukan Israel dalam serangan baru-baru ini.

Baca juga: Pasukan Israel Tembak Mati Empat Warga Palestina di Tepi Barat, Satu Tentara Israel Terluka

Bahkan, pengepungan tidak adil yang telah dilakukan Israel terhadap lebih dari 2 juta warga Palestina di Jalur Gaza selama 15 tahun.

Dia secara khusus berterima kasih kepada pemerintah Australia yang baru atas pembalikan keputusan pemerintah sebelumnya untuk merelokasi Kedutaan Besar Israel ke Yerusalem.

Dia memperingatkan konsekuensi dari negara-negara yang memindahkan kedutaan mereka ke Yerusalem yang diduduki.

Dia mendesak mereka yang melakukannya untuk menarik kembali keputusan mereka, seperti halnya Australia.

Aboul Gheit meminta negara-negara di dunia untuk mengakui negara Palestina agar memperoleh keanggotaan penuh di PBB.

Dia juga mengimbau masyarakat internasional untuk mendukung upaya diplomatik Palestina untuk menghadirkan masalah pendudukan di Mahkamah Internasional.

Baca juga: Palestina Makin Terancam, Politisi Anti-Arab Menjadi Calon Menteri Keamanan Israel, Ini Sikapnya

Gheit menekankan jalan inilah yang memberi harapan bagi warga Palestina bahwa dunia tidak meninggalkan mereka.

Sementara itu, Al-Maliki memberikan presentasi tentang bahaya yang terkait dengan pembentukan pemerintahan sayap kanan di Israel dan dampak negatifnya terhadap visi dua negara.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved