Breaking News:

Pertumbuhan Ekonomi

Harga Cabai Merah Turun, November Aceh Deflasi 0,12 Persen

Setiap menjelang tahun baru, harga kebutuhan pokok tersebut akan naik dan ini akan menjadi faktor penyumbang angka inflasi.

Penulis: Herianto | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/HERIANTO
Cabai merah dari Blangkejren, Gayo Lues, mulai masuk Pasar Induk Lambaro, Aceh Besar, Selasa (1/11/2022). 

Laporan Herianto I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Menurunnya harga cabai merah, beras, ikan dencis, ikan tongkol, ikan gembung, bumbum-bumbuan dan lainnya, pada November 2022 lalu, telah membuat angka inflasi Aceh jadi minus atau deflasi 0,12 persen.

Dampak dari deflasi tersebut, telah membuat angka inflasi Aceh Januari – November 2022 jadi turun menjadi 5,67 persen, dibanding sebelumnya Januari - Oktober lalu 6,64 persen.

Demikian, disampaikan Kepala BPS Aceh, Ahmadriswan Nasution dalam press rilisnya, Jumat (2/12/2022).

Ahmad Riswan Nasution mengatakan, kendati November, Aceh mengalami deflasi 0,12 persen, tapi dampak dari kenaikan harga bahan bakar, angkutan udara, bahan bakar rumah tangga, sewa rumah, rokok keretek, rokok filter, bawang merah, ikan gembung, telur ayam, sepeda motor dan lainnya, yang mulai terjadi pada Desember ini, akan menjadi penyumbang angka inflasi tahunan bulan Desember nanti dari minus (deflasi) menjadi positif (inflasi).

Harga Cabai Merah di Pidie Bertahan 15 Ribu Per Kilogram 

Setiap menjelang tahun baru, harga kebutuhan pokok tersebut akan naik dan ini akan menjadi faktor penyumbang angka inflasi.

"Kita harapkan kenaikan harga komoditi penyumbang inflasi tadi, tidak terlalu besar, agar pembentukan angka inflasinya tidak terlalu tinggi," ujarnya.

Angka inflasi Aceh, minus atau positif, sangat ditentukan oleh angka inflasi tiga daerah, yaitu Banda Aceh, Lhokseumawe dan Meulaboh.

Dari tiga Kota tersebut, angka inflasi tahunan (Januari-November) yang paling tinggi ada di Kota Meulaboh mencapai 6,38 persen, kemudian Kota Banda Aceh, 6,11 persen dan Kota Lhokseumawe 4,42 persen.

Untuk menekan laju angka inflasi Aceh, Desember ini, pemerintah daerah tiga kota tersebut, perlu memberi perhatian serius dan khusus terhadap kelancaran pasokan barang dan ketersediaan stok barang yang cukup, untuk komoditi tersebut, agar tidak mengalami kenaikan harganya yang terlalu tinggi.

Misalnya melakukan subsidi ongkos angkut, pasar murah dan lainnya.

Wakil Ketua TPID Aceh, Achris Sarwani yang dimintai tanggapannya menyatakan apresiasi angka inflasi Aceh Nopember minus 0,12 persen atau deflasi 0,12 persen.

Angka itu melanjutkan angka deflasi Oktober lalu sebesar 0,25 persen.

Namun begitu, ancaman pada bulan Desember ini, angka inflasi kita bisa naik.

"Kita minta tiga daerah yang menjadi ukuran tingkat inflasi Aceh, pemerintah setempat yaitu Pemko Banda Aceh, Pemko Lhokseumae dan Pemkab Meulaboh untuk memberikan perhatian serius dan khusus terhadap ketersediaan pasokan dan stok barang yang menjadi faktor pendukung kenaikan harga yang bisa membuat angka inflasi jadi tinggi," ujarnya.

Misalnya pasokan beras, cabai merah, bawang merah, telur ayam, ayam potong, minyak goreng, yang jumlah pembeli dan konsumsinya cukup besar. Karena kenaikan harga kebutuhan pokok tersebut, bisa membuat angka inflasi tiga daerah tadi meningkat bila pasokan dan ketersedian stoknya di pasar kurang memenuhi permintaan pasar.

Selain itu, distribusi barang antar daerah juga perlu diperhatikan. Kelancarannya perlu dijaga, agar barang kebutuhan pokok yang dibutuhkan masyarakat banyak, bisa cepat terdistribusi, sehingga tidak membuat harga ditingkat konsumennya jadi naik.(*)

Wanita 19 Tahun Kepergok Suami Ngamar dengan Pria 60 Tahun, Padahal Baru 5 Bulan Menikah

Teror Telur Busuk Meluas ke Lokasi Pertemuan Anies, Taufiqulhadi: Kita Lawan Pembenci Anies

Maia Estianty Ingin Hidupkan Duo Ratu Kembali

Air Asia Tambah Penerbangan 5 Kali Seminggu

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved