Breaking News:

Internasional

Aktivis Perdamaian Israel Lakukan Tur ke Palestina, Utra Nasionalis Yahudi Sebut Pengkhianat

Sekelompok aktivis perdamaian Israel melakukan tur ke kota terbesar Tepi Barat yang diduduki.

Editor: M Nur Pakar
AFP/Jaafar ASHTIYEH
Pasukan kemanan Israel menggeledah pemuda Palestina di Desa Haris, Tepi Barat seusai serangan seorang pemuda Palestina membunuh dua warga Israel pada Selasa (15/11/2022). 

SERAMBINEWS.COM, HEBRON - Sekelompok aktivis perdamaian Israel melakukan tur ke kota terbesar Tepi Barat yang diduduki.

Mereka ingin menunjukkan solidaritas dengan warga Palestina, di tengah teriakan "malu, malu" dari para pengejek ultra-nasionalis Yahudi.

Pertemuan dilaksanakan di Hebron yang menandakan keretakan yang melebar di antara orang Israel tentang sifat masyarakat mereka dan kekuasaan militer terbuka Israel atas orang Palestina, yang sekarang memasuki tahun ke-56.

Setelah pemilihan parlemen bulan lalu, pemerintah sayap kanan dan paling religius dalam sejarah Israel siap dilantik dalam beberapa hari atau minggu mendatang.

Mantan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu kembali berkuasa.

Dalam perjanjian koalisi, Netanyahu telah menyerahkan otoritas utama di Tepi Barat kepada para pemimpin faksi ultra-nasionalis, termasuk mantan tokoh Itamar Ben-Gvir, yang dikenal karena retorika anti-Arabnya.

Baca juga: Palestina Gelar Konferensi Krisis Air, Mesir Negara Terkering Sampai Perambahan Israel

Peran baru termasuk pengawasan pembangunan pemukiman Israel dan polisi perbatasan paramiliter, sering ditempatkan di pusat-pusat populasi Palestina.

Pada saat yang sama, aktivis perdamaian dan kelompok hak asasi pro- Palestina telah diserang dalam beberapa tahun terakhir dari politisi sayap kanan yang mencap mereka sebagai pengkhianat.

Dilansir AFP, Sabtu (3/12/2022), Pemicu langsung tur, insiden di Hebron yang bergejolak yang terekam dalam video minggu lalu.

Video tersebut memperlihatkan seorang tentara mendorong seorang pria ke tanah dan meninju wajahnya setelah ketegangan dengan sekelompok kecil aktivis perdamaian.

Tentara lain terdengar memberi tahu para aktivis: “Ben-Gvir akan membereskan masalah di tempat ini. Itu saja, kalian telah kalah.”

Prajurit yang melontarkan ejekan tersebut pada awalnya dijatuhi hukuman 10 hari di penjara militer, tetapi tentara kemudian mengurangi hukuman tersebut menjadi enam hari.

Baca juga: Liga Arab Rayakan Hari Solidaritas Internasional Dengan Palestina, Kekejaman Israel Semakin Menggila

Sebagai menteri keamanan nasional yang akan datang, Ben-Gvir akan memiliki kendali atas polisi perbatasan yang pasukannya sering dikerahkan bersama tentara reguler di Tepi Barat.

Ketika sekitar 200 aktivis perdamaian tiba di pusat Hebron pada Jumat (2/12/2022), mereka disambut oleh sekelompok pengunjuk rasa yang memegang spanduk bertuliskan:

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved