Breaking News:

Kompetisi Liga 1

Kompetisi Liga 1 Dijadwalkan Dimulai Lagi 5 Desember dengan Sistem Bubble

Di sisi lain, ia bahagia akhirnya ada kepastian soal kelanjutan Liga 1 setelah dua bulan sebelumnya pemain Persib berlatih tanpa tujuan.

Editor: Ansari Hasyim
Tribun Jatim
Logo Liga 1 2021-2022. 

SERAMBINEWS.COM - Liga 1 2022-2023 akhirnya berlanjut setelah dua bulan mengalami penundaan karena dampak dari tragedi Kanjuruhan.

Tragedi Kanjuruhan terjadi pada 1 Oktober 2022 silam dan menggemparkan sepak bola Indonesia bahkan dunia.

Sebab, angka kematian suporter mencapai ratusan setelah polisi meletupkan gas air mata di dalam stadion.

Dari tragedi tersebut, klub Arema FC langsung dijatuhi hukuman Komisi Disiplin PSSI.

Menurut jadwal Kompetisi Liga 1 2022-2023 dipastikan berlanjut pada 5 Desember 2022 di Jawa Tengah dengan sistem bubble dan tanpa melibatkan penonton.

Ke depan, Arema FC mesti menjalani laga kandang usiran berjarak 210 kilometer dari Stadion Kanjuruhan, dan tak boleh melibatkan penonton.

Hukuman sanksi Rp 250 juta turut diberikan. Pengulangan terhadap pelanggaran terkait akan diganjar dengan hukuman yang lebih berat.

Kembali soal kompetisi, sistem bubble dalam lanjutan Liga 1 2022-2023 tanpa penonton dinilai menjadi opsi terbaik demi mendapatkan restu pemerintah dan kepolisian.

Namun, sejumlah pandangan mengemuka. Dengan diberlakukan sistem gelembung, seluruh klub saat ini ibarat menjalani hukuman partai usiran, seperti masa pandemi.

Mereka akan bermain di stadion yang kosong tanpa sorak sorai pendukung, jauh dari keluarga karena menetap di satu wilayah.

Namun, apa mau dikata, daripada kompetisi tak berjalan, semua klub harus menerima keputusan ini dan berharap situasi ke depan bisa membaik.

Pemain senior Persib Bandung Achmad Jufriyanto angkat bicara soal kebijakan pemberlakuan sistem bubble tanpa penonton dalam lanjutan Liga 1 kali ini.

Menurutnya sistem ini tidak ideal, namun jika hanya untuk sementara, dengan maksud menyelesaikan pertandingan sisa putaran pertama, ia siap menghadapinya.

“Tidak ideal sebenernya sistem bubble, kalau untuk sementara mungkin oke,” kata Jufriyanto.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved