Breaking News:

Internasional

Invasi Rusia ke Ukraina Jadi Berkah Bagi Maroko, Berubah Menjadi Produsen Pupuk Dunia

Pasokan pupuk global yang terganggu parah oleh invasi Rusia ke Ukraina, ternyata menjadi berkah bagi Maroko.

Editor: M Nur Pakar
AFP/File
Pabrik pengolahan fosfat menjadi pupuk di Maroko 

SERAMBINEWS.COM, RABAT - Pasokan pupuk global yang terganggu parah oleh invasi Rusia ke Ukraina, ternyata menjadi berkah bagi Maroko.

Permintaan pupuk dari sejumlah negara ke Maroko telah membawa masa booming bagi negara adidaya fosfat Afrika Utara, Maroko.

Sehingga, negara itu menjadi ibu kota diplomatik baru.

Rabat menggunakan pengaruh terutama dalam pertarungan puluhan tahun atas wilayah gurun Sahara Barat yang disengketakan.

Bekas koloni Spanyol itu juga diklaim oleh pemberontak yang didukung Aljazair, kata para analis.

Maroko bersiap mencatat rekor pendapatan untuk tahun kedua berturut-turut karena para petani di seluruh dunia berebut fosfat.

Dimana, menjadi langka oleh sanksi terhadap produsen top dunia Rusia dan larangan ekspor China.

Baca juga: Menteri ATR Bagikan Sertifikat Tanah, CEO PKS: Manfaatkan Limbah Jadi Pupuk

Fosfat, bahan utama pupuk buatan, yang sangat penting untuk pertanian industri dan pasokan biji-bijian global meskipun menimbulkan kerusakan jangka panjang pada tanah dan air tanah.

“Ini mineral strategis untuk masa depan karena sangat penting untuk ketahanan pangan global,” kata Abderrahim Handouf, pakar kebijakan pertanian.

“Dengan bertambahnya populasi, pupuk menjadi cara paling efektif untuk meningkatkan produktivitas pertanian,” jelasnya.

Menurut perusahaan fosfat milik negara Maroko, OCP, negara tersebut mengendalikan sekitar 31 persen perdagangan internasional zat tersebut.

OCP, yang memegang monopoli nasional dalam perdagangan, berada di jalur yang tepat untuk mencatat pendapatan lebih dari 131 miliar dirham atau $12,4 miliar tahun ini.

Dimana, naik 56 persen pada tahun 2021 dan sudah menjadi tahun yang sukses.

Bahkan sebelum awal tahun, harga telah naik lebih tinggi karena dunia keluar dari pandemi Covid-19.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved