Breaking News:

Internasional

OPEC+ Tetap Pertahankan Produksi Minyak, Usai Kelompok G7 dan Eropa Batasi Harga Minyak Rusia

Organisasi Negara Pengekspor Minyak, dan sekutunya, yang dikenal sebagai OPEC+ sepakat memperpanjang kebijakan produksi yang sudah ada.

Editor: M Nur Pakar
guardian.ng
Kantor OPEC 

SERAMBINEWS.COM, RIYADH - Organisasi Negara Pengekspor Minyak, dan sekutunya, yang dikenal sebagai OPEC+ sepakat memperpanjang kebijakan produksi yang sudah ada.

Keputusan itu yang dibuat pada Minggu (4/12/2022), hanya sehari setelah negara-negara Kelompok Tujuh (G7) dan Uni Eropa memutuskan membatasi harga minyak Rusia.

Keputusan tersebut diambil pada Pertemuan Tingkat Menteri OPEC dan non-OPEC ke-34 yang digelar secara virtual, pada 4 Desember 2022.

Sebelumnya pada Oktober, OPEC+ telah sepakat untuk memangkas produksi sebesar 2 juta barel per hari, yang setara dengan sekitar 2 persen permintaan dunia, dari November hingga akhir 2023.

Mohammed Al Suwayed, CEO perusahaan penasehat investasi Razeen Capital, mengatakan OPEC+ berhati-hati dalam melakukan pengurangan produksi saat batas harga UE untuk minyak Rusia akan berlaku minggu ini.

"Kita mungkin melihat keputusan yang berbeda pada pertemuan berikutnya setelah penilaian implikasi batas harga minyak Rusia," tambahnya.

Baca juga: Kuwait Tetap Komit Menjaga Kesepakatan OPEC+, Senator AS Sebut Komit Jaga Keamanan Teluk

Keputusan OPEC+ untuk mengadopsi pendekatan tunggu dan lihat tampaknya sebagai keputusan yang sangat matang, kata Hassan Balfakeih, mantan kepala analis permintaan minyak di Sekretariat OPEC.

"Mengingat meningkatnya ketidakpastian di pasar minyak sisi penawaran dan permintaan, keputusan OPEC+ untuk mengadopsi pendekatan tunggu dan lihat tampaknya sudah dipikirkan dengan sangat matang," ujarnya.

"Di antaranya, harga kabur- kebijakan pembatasan minyak Rusia, prospek ekonomi global yang suram, peningkatan kasus Covid-19 di Tiongkok, dan fluktuasi permintaan sepanjang musim dingin di belahan bumi barat," tambahnya.

Para menteri utama OPEC+ selanjutnya akan bertemu pada 1 Februari 2023 untuk komite pemantauan sementara pertemuan penuh dijadwalkan pada 3-4 Juni 2023.

Pada Jumat (2/12/2022), negara-negara G7 dan Australia sepakat membatasi harga minyak Rusia sebesar $60 per barel.

Dengan harga yang lebih tinggi dari harga di mana Rusia sudah menjual sebagian besar minyak mentahnya, yang pada akhirnya ditujukan untuk mempertahankan aliran minyak Rusia ke pasar global.

Baca juga: Arab Saudi dan Uni Emirat Tetap Pegang Kesepakatan OPEC+, Bantah Akan Naikkan Produksi Minyak

Pasca keputusan Uni Eropa, seorang pembantu senior presiden Ukraina mengatakan batas harga minyak mentah lintas laut Rusia yang disetujui oleh G7 harus diturunkan menjadi $30 per barel, menurut laporan Reuters.

“Ini semua yang diusulkan oleh kelompok McFaul-Yermak, tetapi perlu diturunkan menjadi $30 untuk menghancurkan ekonomi musuh lebih cepat,” kata Andriy Yermak, kepala administrasi kepresidenan Ukraina.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved