Breaking News:

Ketahanan Pangan

Produksi Gabah Aceh di Tahun 2022 Diperkirakan Sekitar 1,5 Juta Ton

Wahyu menjelaskan, dari 23 Kabupaten/Kota, hanya Kota Sabang yang laporan luas panennya belum tercatat, lainnya ada. Kota Banda Aceh, luas panen padin

Penulis: Herianto | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM
Rapat Evaluasi Kegiatan Tanaman Pangan Tahun 2022 yang digelar di Hotel Kiryad Banda Aceh, Senin (5/12/2022). 

Lapran Herianto l Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh memperkirakan, produksi gabah kering giling (GKG) di Aceh pada tahun 2022 ini, dari Januari -Desember, jumlahnya sekitar 1.533.138,08 ton, setara dengan 883.214,61 ton beras dari luas panen padi seluas 276.622 hektar.

Dengan perkiraan hasil panen gabah sebanyak 1,5 juta ton atau 883.214, 61 ton beras itu dan konsumsi setahun 666.924,46 ton, pada tahun ini, Aceh masih mengalami surplus beras sebanyak 216.290,15 ton," ujar Wahyu dari BPS Aceh dalam acara Rapat Evaluasi Kegiatan Tanaman Pangan Tahun 2022 yang digelar di Hotel Kiryad Banda Aceh, Senin (5/12/2022).

Acara Rapat Evaluasi Kegiatan Tanaman Pangan Tahun 2022 ini, dibuka Sekretaris Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Azamuddin Kurnia, SP, MP, mewakili Kadis Pertanian dan Perkebunan Aceh, Ir Cut Huzaimah MP, yang dihadiri oleh 60 orang peserta dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten/Kota.

Wahyu menjelaskan, dari 23 Kabupaten/Kota, hanya Kota Sabang yang laporan luas panennya belum tercatat, lainnya ada. Kota Banda Aceh, luas panen padinya tahun 2022 ini tercatat ada 13 hektar, dengan produksi gabah kering giling 72,69 ton atau setara 41,89 ton. Sementara konsumsi berasnya 33.799,84 ton, jadi minus beras tahun ini sebanyak 33.757,95 ton.

Bulog akan Serap Gabah Petani Untuk Amankan Harga Beras

Sementara ada beberapa daerah sentra produksi gabah lainnya, seperti Aceh Besar dan Aceh Utara, surplus berasnya cukup besar, karena luas panen padinya cukup luas. Antara lainnya Kabupaten Aceh Utara, luas panen padinya mencapai seluas 54.724 hektar, dengan produksi GKG sebanyak 318.432,63 ton atau setara dengan 183.443,58 ton beras. Sedangkan konsumsi berasnya hanya sebanyak 76.776,70 ton, sehingga surplus berasnya mencapai 106.666,88 ton.

Selanjutnya Aceh Besar mengalami surplus beras sebanyak 115.631 ton, dari luas panen padinya 35.460 hektar, dengan produksi GKG 200.721,07 ton atau setara 115.631,95 ton, dengan konsumsi 52.611,42 ton. Kemudian Pidie surplus berasnya 53,754 ton, Pidie Jaya 30.490,81 ton, Aceh Timur 23.597,33 ton, Bireuen 20.542,92 ton, Abdya 20.271 ton, 92 ton, Aceh Jaya 15.728,30 ton, Aceh Tenggara 14.372,18 ton dan beberapa daerah lainnya. Ada beberapa daerah produksi gabahnya, belum mampu memberikan surplus beras bagi daerahnya. Antara lain Aceh Singkil, Aceh Selatan, Aceh Tengah, Nagan Raya, Bener Meriah, Sabang, Langsa, Lhokseumawe dan Subulussalam.

Pada tahun 2022 ini, sebut Wahyu, ada beberapa daerah memberikan sumbangan tambahan luas areal panen padinya yaitu Aceh Tamiang seluas 2.530 hektar atau 17,80 persen, dari realisasi tanam tahun lalu. Kemudian Simeulue 1.090 hektar atau 19,48 persen dan Gayo Lues 1.010 hektar atau 24,69 persen.

Sedangkan penyumbang kenaikan produksi terbesar juga ada di tiga daerah sentra produksi padi, yaitu Aceh Tenggara menyumbangkan kenaikan produksi gabah 5.930 ton atau 9,04 persen, Simeulue 5.460 ton atau 32,63 persen dan Gayo Lues 3.220 ton, atau 13,10 persen.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh,  Ir Cut Huzaimah MP, dalam pidato pengarahannya yang dibacakan Sekretaris Distanbun Aceh, Azamuddin Kurnia mengatakan, rapat Evaluasi Kegiatan Tanaman Pangan yang kita laksanakan hari ini, dimaksudkan untuk mengetahui realisasi berbagai kegiatan pada Bidang Tanaman Pangan.

Dalam acara ini hadir tiga narasumber yaitu dari BPS, LKPP dan Biro PBJ Setda Aceh, dimaksudkan untuk memberikan masukan kepada para peserta rapat dan panitia pelaksana, solusi apa yang harus dilakukan untuk mengatasi kendala yang masih terjadi di lapangan, agar pada akhir tahun nanti, semua kegiatan di Bidang Tanaman Pangan bisa terselesai secara baik dan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Misalnya terkait produksi gabah turun, apa faktor penyebabnya dan bagaimana cara menaikkannya kembali pada tahun 2023 mendatang. Selanjutnya terkait realisasi pelaksanaan tanaman pangan pada tahun berjalan. Padi baru terealisir sekitar 84 persen, jagung dan kedelai realisasi tanamnya masih rendah, bagaimana menuntaskannya dalam sisa waktu 25 hari lagi ini, secara baik.

Rapat Evaluasi Kegiatan Tanaman Pangan Tahun 2022 ini, sebagai evaluasi dan mencari solusi yang cepat dan tepat, terhadap berbagai kegiatan yang belum terealisir secara baik. Kemudian susun langkah-langkah terobosan dan strategis untuk menghadapi pelaksanaan realisasi tanam pangan tahun 2023, yang penuh tantangan dan rintangan. Antara lain tantangan dari dampak perubahan iklim, cuaca, perang Ukraina dengan Rusia, yang telah mempengaruhi ketersediaan pangan global.

Ancaman krisis pangan dunia itu, perlu dibuat langkah-langkah solusinya ke depannya, agar ketersediaan pangan lokal, daerah dan nasional, tercukupi.

Sementara itu, Kabid Produksi Distanbun Aceh, Syafrizal mengatakan, penurunan luas panen dan produksi gabah tahun 2022 ini 1,5 juta ton, dibandingkan tahun 2021 dari 1,6 juta ton, faktor penyebabnya cukup banyak.

Antara lain, akibat perubahan iklim dunia sangat ekstrem, bencana banjir di berbagai daerah berulang kali. Perbaikan bendungan jaringan irigasi yang belum tuntas di berbagai daerah, dan terbatasnya alokasi pupuk subsidi serta mahalnya harga pupuk non subsidi.

“Berbagai hal tersebut di atas tadi,  menjadi faktor penyebab turunnya luas areal tanam, luas panen, produksi gabah pada tahun ini, serta mahalnya harga pupuk kimia non subsidi,” pungkas Syafrizal.(*) 

Pemuda Minta Pemkab Aceh Barat Bangun Jalan Akses Pante Ceureumen

VIDEO - Brin Latih Teknologi Pengolahan dan Pengemasan Produk Kepada Pelaku UMKM Aceh Utara

367 Calon PPK Aceh Jaya Lulus Seleksi Administrasi

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved