Breaking News:

Konflik Rusia vs Ukraina

Mantan Ajudan Sebut Vladimir Putin Siap Kabur ke Venezuela Jika Rusia Kalah Perang dengan Ukraina

Presiden Rusia dan orang-orangnya sudah memiliki rencana untuk melarikan diri jika situasi tak berjalan seperti yang diharapkan

Editor: Faisal Zamzami
AFP
Presiden Rusia Vladimir Putin 

SERAMBINEWS.COM - Perang Rusia dengan Ukraina bulan ke-10 namun belum ada tanda-tanda perang akan berakhir.

Bahkan muncul spekulasi Rusia akan kalah perang dan terpaksa meluncurkan rudal nuklirnya.

Demikian pula, Presiden Rusia Vladimir Putin disebut telah memiliki rencana kabur jika Rusia kalah perang di Ukraina.

Isu tersebut diungkapkan oleh mantan penulis pidato untuk pemimpin Kremlin, Abbas Gallyamov, Rabu (7/12/2022).

Presiden Rusia dan orang-orangnya sudah memiliki rencana untuk melarikan diri jika situasi tak berjalan seperti yang diharapkan, ujar seorang mantan ajudan Vladimir Putin.

Abbas Gallyamov, mantan penulis pidato untuk Putin, membuat klaim tersebut lewat Telegram pada Rabu (7/12/2022) pagi.

Abbas Gallyamov menyebut ia memiliki "orang dalam" yang mengetahui rencana tersebut.

Rencana evakuasi itu, menurut Gallyamov, dimulai pada musim semi.

Rencana itu secara tidak resmi dinamai "Bahtera Nuh".

"Sesuai dengan namanya, ini tentang mencari tanah baru untuk didatangi seandainya di tanah air benar-benar tidak nyaman,” tulis Gallyamov, dilansir Daily Beast.

"Rombongan pemimpin Rusia tidak mengesampingkan kemungkinan bahwa dia akan kalah perang, kehilangan kekuasaan, dan harus segera dievakuasi ke suatu tempat."

Lingkaran dalam Putin awalnya mempertimbangkan rencana untuk mengungsi ke China, kata Gallyamov.

Tetapi, mereka mengkhawatirkan kemungkinan kerja sama dari China yang sangat kecil, terutama karena China membenci "pecundang".

Sekarang, kata Gallyamov, fokus telah bergeser ke Argentina atau Venezuela.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved