Breaking News:

Internasional

Arab Saudi dan China Upayakan Akhiri Perang Yaman, Konflik di Suriah, Krisis Lebanon dan Nuklir Iran

Kerajaan Arab Saudi dan China akan memberi dukungan penuh untuk upaya mencapai solusi politik mengakhiri perang Yaman.

Editor: M Nur Pakar
AFP/File
Sejumlah anggota milisi Houthi, salah satunya dengan senjata peluncur roket berpatroli di Sanaa, Yaman. 

SERAMBINEWS.COM, RIYADH - Kerajaan Arab Saudi dan China akan memberi dukungan penuh untuk upaya mencapai solusi politik mengakhiri perang Yaman.

Pihak China memuji inisiatif Kerajaan untuk mengakhiri perang di Yaman melalui berbagai upaya dan inisiatif yang ditujukan untuk mendorong dialog antara pihak Yaman.

Kedua belah pihak juga menekankan pentingnya mendukung Dewan Kepemimpinan Kepresidenan Yaman untuk memungkinkannya menjalankan fungsinya dan mencapai solusi politik untuk krisis Yaman.

Hal itu sesuai dengan Inisiatif Teluk dan mekanisme eksekutifnya, hasil dari Dialog Nasional Yaman, dan Resolusi Dewan Keamanan No. 2216 (2015), seperti dilansir SPA, Jumat (9/12/2022)

Mereka juga menekankan pentingnya komitmen Houthi untuk gencatan senjata dan bekerjasama dengan Utusan Khusus PBB untuk Yaman.

Houthi juga diminta terlibat serius dengan inisiatif itu dan upaya perdamaian untuk mencapai solusi politik yang permanen dan komprehensif untuk mengkhiri krisis Yaman.

Mengenai Iran, kedua belah pihak sepakat tentang perlunya memperkuat kerjasama bersama untuk memastikan program nuklir Iran bersifat damai.

Kedua belah pihak juga meminta Iran bekerjasama dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

Baca juga: Arab Saudi Yakini Ikatan Kuat China-Arab Akan Mampu Memberi Kemakmuran Semua Negara dan Rakyatnya

Iran diminta tetap menghormati prinsip-prinsip bertetangga baik dan tidak mencampuri urusan negara lain.

Kedua belah pihak juga membahas perkembangan perjuangan Palestina.

Keduanya, menekankan perlunya mengintensifkan upaya mencapai penyelesaian konflik Palestina-Israel yang komprehensif dan adil.

Diharapkan akan ada cakrawala nyata untuk melanjutkan negosiasi yang serius dan efektif guna mencapai perdamaian.

Sesuai dengan prinsip solusi dua negara, resolusi legitimasi internasional yang relevan, dan Inisiatif Perdamaian Arab.

Dengan cara yang menjamin hak rakyat Palestina untuk mendirikan negara merdeka mereka di perbatasan tahun 1967 dengan Yerusalem Timur sebagai ibukotanya.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved