Breaking News:

Internasional

China Akan Ubah Gurun Tandus Arab Saudi Jadi Lahan Pertanian, Bangun Industri dan Pabrik Makanan

Dari sejumlah kesepakatan yang ditandatangani Arab Saudi, salah satunya sektor pertanian bersama ikutannya.

Editor: M Nur Pakar
Foto: ArabNews
Seorang warga memperlihatkan bunga mawar di kawasan pertanian Kota Taif, Arab Saudi 

SERAMBINEWS.COM, RIYADH -Dari sejumlah kesepakatan yang ditandatangani Arab Saudi, salah satunya sektor pertanian bersama ikutannya.

Sehingga, China tampak akan melakukan investasi di sektor pertanian serta industri pertanian dan pabrik makanan, serta pengembangan proyek investasi pertanian.

Sejumlah arena gurun tandus di Kerajaan Arab Saudi akan segera berubah menjadi lahan pertanian yang hijau, bersama pabrik pendukungnya.

Untuk bidang telekomunikasi dan Teknologi Informasi, kedua belah pihak menekankan perlunya memperkuat kemitraan di bidang yang terkait dengan komunikasi, ekonomi digital, inovasi dan ruang masa depan digital.

Terkait bidang transportasi dan logistik, kedua belah pihak menekankan pentingnya peningkatan kerjasama dan aksi bersama dalam pengembangan sektor transportasi udara dan laut, seperti dilansir SPA, Jumat (9/12/2022).

Berupa moda transportasi modern dan perkeretaapian, serta mempercepat penyelesaian studi proyek jembatan darat Arab Saudi.

Kedua belah pihak juga menekankan pentingnya memperkuat dan mengembangkan kerja sama di sektor industri dan pertambangan, dengan cara yang sesuai dengan kepentingan bersama.

Di bidang pertahanan dan keamanan, kedua belah pihak menegaskan tekadnya untuk mengembangkan kerja sama dan koordinasi di bidang pertahanan.

Baca juga: Pemimpin Arab Antusias Hadiri KTT Arab-China di Riyadh, Dapat Bertemu Langsung Presiden Xi Jinping

Meningkatkan tingkat pertukaran informasi dan keahlian di bidang pemberantasan kejahatan terorganisir, termasuk kejahatan teroris, pencegahan kekerasan dan ekstremisme,.

Selain itu, meningkatkan kerjasama dan koordinasi upaya dan pertukaran keahlian di bidang intelijen risiko peringatan dini, penilaian risiko keamanan, dan pemberantasan kejahatan dunia maya.

Kedua belah pihak menegaskan kembali penolakan dan kecaman terhadap terorisme dan ekstremisme dalam segala bentuknya.

Juga penolakan untuk menghubungkan terorisme dengan budaya, ras atau agama tertentu.

Termasuk penolakan untuk mempraktikkan standar ganda dalam memerangi terorisme, dan pentingnya menyebarkan moderasi dan toleransi.

Kedua belah pihak juga memuji tingkat kerja sama keamanan antara kedua negara sahabat di bidang pemberantasan terorisme dan pembiayaannya.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved