Jumat, 29 Mei 2026

Piala Dunia 2022

Insya Allah, Seluruh Dunia Bersama Maroko

Di antara tiga tim empat besar, Maroko adalah kejutan. Achraf Hakimi dkk adalah pembuat sejarah dalam sepak bola Maroko dan juga benua Afrika.

Tayang:
AFP/KIRILL KUDRYAVTSEV
Para pemain Maroko merayakan bersama pendukung setelah memenangi pertandingan perempat final Piala Dunia 2022 Qatar antara Maroko vs Portugal di Stadion Al-Thumama di Doha pada Sabtu 10 Desember 2022. 

“Alhamdulillah, memiliki peluang untuk memenangkan Piala Dunia dan bahwa seluruh dunia sekarang bersama Maroko, Insya Allah,”

-- WALID RERAGUI,
Pelatih Timnas Maroko

SERAMBINEWS.COM, QATAR - Empat tim masing-masing Kroasia, Argentina, Maroko, dan Prancis sudah memastikan diri lolos ke babak semifinal Piala Dunia 2022 setelah menang atas lawan-lawannya di babak perempatfinal yang berakhir Minggu (11/12/2022) dini hari.

Maroko yang masih bertahan di empat besar di antara tim-tim besar membuat pelatih Walid Regragui tak ragu untuk menyebut Tim Singa Atlas sebagai Rocky Balboa di pentas Piala Dunia.

Rocky yang satu ini baru saja memukul KO Cristiano Ronaldo dan timnas Portugal.

Mereka mendapatkan dukungan dari sebagian besar negara-negara Afrika dan juga bangsa-bangsa Arab.

Di antara tiga tim empat besar, Maroko adalah kejutan. Achraf Hakimi dkk adalah pembuat sejarah dalam sepak bola Maroko dan juga benua Afrika.

Baca juga: 4 Rekor Maroko Usai Lolos ke Semifinal Piala Dunia 2022, Salah Satunya Belum Kebobolan Gol Lawan

Tiga tim Afrika sebelumnya sudah mencapai perempatfinal kompetisi, tetapi tidak dapat melangkah lebih jauh.

Kali ini berbeda. Maroko yang luar biasa sudah memeriahkan Piala Dunia ini dan penggemarnya mendapatkan hadiah dengan menyaksikan tim mereka menjadi yang pertama dari benua mereka yang mencapai semifinal.

Ronaldo dan Portugal dipukul KO, Singa Atlas melaju berkat gol sundulan Youssef En-Nesyri di babak pertama.

"Kami menjadi tim yang disukai semua orang karena kami menunjukkan apa yang bisa kami capai," kata pelatih Walid Reragui.

"Jika Anda menunjukkan semangat, hati, dan keyakinan, Anda bisa sukses dan para pemain saya sudah menunjukkan itu. Ini bukan keajaiban, orang-orang di Eropa mungkin mengatakannya, tapi kami sudah mengalahkan Portugal, Spanyol, Belgia dan bermain imbang melawan Kroasia tanpa kebobolan. Itu hasil kerja keras," katanya dikutip AFP.

"Tim Afrika dan Arab bekerja keras, tetapi kami sudah membuat orang-orang kami bahagia dan bangga. Seluruh benua bangga. Saat Anda menonton Rocky Balboa, Anda ingin mendukungnya dan kami adalah Rocky Piala Dunia ini," katanya.

Baca juga: Jadwal Semifinal Piala Dunia 2022: Argentina vs Kroasia, Perancis vs Maroko, Duel 2 Negara Kejutan

Maroko tidak hanya menjadi tim Afrika pertama, tetapi juga tim Arab pertama dari negara dengan mayoritas Muslim yang mencapai empat besar kompetisi terbesar di dunia sepakbola.

Tim sudah menunjukkan karakter mereka, membaca Al-Fatihan bersama-sama sebelum adu penalti atas Spanyol di babak sebelumnya.

Para pemain melakukan sujud syukur di depan para pendukung setelah kemenangan atas Portugal.

Achraf Dari merayakannya dengan menutupi dirinya dengan bendera Palestina.

Achraf Hakimi dari Paris St-Germain berlari ke arah ibunya untuk menciumnya, sementara Sofiane Boufal berdansa bersama dengan ibunya.

Reragui jelas emosional setelah kemenangan yang begitu signifikan. Dia bertepuk tangan dalam konferensi pers pasca-pertandingan sekali lagi bersama kiper Bono.

Baca juga: Al-Hilm Jadi Bola Resmi Semifinal dan Final Piala Dunia 2022 Qatar, Bola Berteknologi Canggih

"Alhamdulillah, memiliki peluang untuk memenangkan Piala Dunia dan bahwa seluruh dunia sekarang bersama Maroko, Insya Allah," kata Reragui.

"Ini adalah pertama kalinya saya menangis di akhir pertandingan. Saya harus menjadi contoh dan menunjukkan bahwa saya kuat secara mental, tetapi terkadang itu terlalu besar".

"Masuk ke semifinal Piala Dunia, emosi mengalir begitu saja. Saya akan berbohong jika kami pikir kami akan sampai ke tahap ini, saya tidak bisa menahan air mata."

Kiper Maroko, Yassine Bounou, pemain terbaik pertandingan, menambahkan: "Kami di sini untuk mengubah mentalitas dan menghilangkan rasa rendah diri. Maroko akan menghadapi siapa pun di dunia," katanya.

"Kami sudah mengubah mentalitas ini dan generasi setelah kami akan tahu bahwa pemain Maroko bisa menciptakan keajaiban. Saya memiliki pemain hebat bersama saya dan mereka semua fantastis. Ketika siapapun menghadapi Maroko sekarang, mereka tahu mereka bisa bermain di level tertinggi," katanya.

Maroko akan menghadapi lawan besar lainnya yaitu Prancis, sang juara bertahan di semifinal.(Tribunnews/mba)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved