Polisi Tembak Polisi
Pengakuan PC Soal Perempuan Menangis di Rumahnya hingga Soal Senjata Api
Berikut pengakuan yang disampaikan Putri Candrawathi saat sidang di PN Jakarta Selatan, Senin (12/12/2022):
4. Tak tahu ada perempuan menangis di rumahnya
Dalam pengakuannya di sidang, Putri Candrawathi menepis soal keterangan Eliezer yang menyatakan ada perempuan lain yang menangis di rumah Bangka.
Putri Candrawathi menyatakan tidak mengetahui ada perempuan lain di rumah pribadinya di Jalan Bangka selain dirinya.
Putri memastikan tidak mengetahui hal tersebut.
"Karena kemarin ada kesaksian yang mengatakan sebelum peristiwa ini saudara pernah ngajak Yoshua dan Richard keliling sambil membawa senjata api terus tidak jelas kemana akhirnya kembali ke Jalan Bangka, saudara bertemu dengan suami saudara, dan pada saat itu keluarlah seorang perempuan dari rumah di Jalan Bangka. Tau gak peristiwa itu?" tanya majelis hakim memastikan.
"Tidak yang mulia," jawab Putri Candrawathi.
"Tidak ya oke," ujar majelis hakim Wahyu.
5. Selalu ditemani Brigadir Yosua ke Magelang
Putri juga mengaku bahwa dirinya selalu didampingi oleh Brigadir Joshua saat bepergian ke Magelang.
Awalnya majelis hakim bertanya seberapa sering korban menemani Putri pergi ke Magelang selama korban menjadi pendamping Putri.
"Kurang lebih tiga kali yang mulia," kata Putri.
Ia mengaku, selama berpergian ke Magelang, dirinya selalu lewat jalan darat alias menggunakan mobil dan didampingi ajudan.
"Yang pasti saya, kalau anak saya yang nomor dua pasti didampingi Dek Ricky. Pastinya siapa saja yang ikut saya lupa yang mulia. Tapi pasti ada ADC (ajudan)," ungkap dia.
Hakim pun bertanya kembali apakah Yosua selalu mendampinginya.
"Iya," imbuh Putri.
6. Tak pernah tunjuk Yoshua sebagai Karungga
Sementara itu saat ditanya hakim soal jabatan kepala rumah tangga (karungga) yang dijabat oleh Brigadir Yoshua, Putri Candrawathi mengaku dia tidak pernah menunjuk Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat sebagai kepala rumah tangga (Karungga) dalam keluarganya.
Awalnya, Hakim Ketua, Wahyu Iman Santoso bertanya kepada Putri soal awal perkenalan dengan Yosua hingga akhirnya ditunjuk sebagai sopir dirinya yang ditunjuk langsung oleh Ferdy Sambo.
"Sejak kapan kenal Yosua?" tanya Wahyu.
"Yosua saya kenal tahun 2019, tepatnya Desember sebagai driver suami saya," jawab Putri.
"Hingga pada bulan Juli?" tanya hakim kembali.
"Waktu itu Dek Ricky biasa membantu saya karena kebetulan saya bendahara umum Bhayangkari, jadi ada aktivitas ke kantor Bhayangkari, jadi Pak Ferdy Sambo menunjuk Dek Yosua sebagai driver saya," ucap Putri.
"Sejak kapan Yosua jadi driver saudara?" ungkap hakim.
"Kurang lebih 2021 Oktober," ungkap Putri.
"Hingga bulan Juli?" cecar hakim.
"Iya yang mulia," tutur Putri.
Selanjutnya, Wahyu bertanya kepada Putri tugas korban saat mengikuti Putri sebagai sopir tersebut.
Di sana, Putri menjawab jika Yosua membantu dirinya untuk menerima laporan keuangan Bhayangkari hingga mengelola kas rumah tangganya.
"Tugas keseharian dari Yosua pada saat dia mengiikuti saudara?" ungkap hakim.
"Yosua adalah driver yang ditunjuk oleh suami saya untuk membantu saya, terutama pada saat saya bertugas khususnya untuk ke Bhayangkari kebetulan adalah pengurus," jelas Putri.
"Selain itu?" tanya hakim.
"Karena Yosua ini berhubungan dengan staf Bhayangkari untuk menerima laporan-laporan keuangan yang dimaba setiap minggunya saya harus tanda tangan saya juga harus mengembalikan laporan itu kepada ibu kapolri," jelas Putri.
"Dan juga Yosua membantu kas operasional rumah tangga," sambung Putri.
Selanjutnya, Wahyu kembali bertanya terkait Yosua yang disebut-sebut sebagai kepala rumah tangga (Karungga) dalam keluarga Ferdy Sambo-Putri Candrawathi.
Namun, Putri membantah jika Yosua ditunjuk sebagai Karungga tersebut.
"Ada istilah Karungga?" tanya Wahyu.
"Saya tidak pernah Yosua menjadikan Karungga," ucap Putri.
"Saya minta jelaskan soal Karungga? Istilah jabatan Karungga?" ungkap hakim.
"Mohon izin yang mulia, mungkin Adc yang menyatakan Yosua Karungga karena membantu kas operasional untuk pengadaan-pengadaan rumah tangga dikelola Yosua, mungkin atas dasar itu mereka menyebutnya Karungga," jelas Putri.
"Jabatan Karungga sejak kapan?" cecar hakim.
"Mohon izin kalau Yosua hanya driver," ucap Putri menegaskan.
"Saya tidak terbatas pada Yosua, saya mau nanya apakah saudara tahu ada jabatan Karungga?" tegas hakim.
"Saya tidak tahu," kata Putri.
(Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra/Abdi Ryanda Shakti/Rina Ayu)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Pengakuan Putri Candrawathi Soal Senjata Api, Perlakuan Joshua hingga Perempuan Menangis di Rumahnya
Baca juga: Daftar Barang yang Dirampok di Rumah Dinas Wali Kota Blitar, Kalung di Leher Istri Jadi Sasaran
Baca juga: Putri Candrawathi Sebut Brigadir J Dua Kali Paksa Angkat Tubuhnya ke Kamar, Yosua Selalu Mendampingi
Baca juga: Kuat Maruf Laporkan Hakim Sidang Pembunuhan Brigadir J ke KY, Duga Wahyu Iman Langgar Kode Etik
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Momen-Putri-Candrawathi-Tertawa-di-Persidangan-saat-Ditanya-Apakah-Deden-Tak-Disuapi-Kue-Ulang-Tahun.jpg)