Minggu, 12 April 2026

BBM Bersubsidi

Harga BBM Subsidi Bisa Diturunkan, Ekonom Ungkap Peluang Usai Harga Minyak Dunia Turun Terus

Pasalnya, harga minyak dunia saat ini turun terus. Untuk diketahui, harga minyak mentah Brent pada perdagangan...

Editor: Eddy Fitriadi
TRIBUNNEWS / IRWAN RISMAWAN
ILUSTRASI antre BBM. Harga BBM Subsidi Bisa Diturunkan, Ekonom Ungkap Peluang Usai Harga Minyak Dunia Turun Terus. 

SERAMBINEWS.COM  - Pemerintah dinilai berpeluang untuk menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yakni Pertalite dan Solar.

Pasalnya, harga minyak dunia saat ini turun terus.

Untuk diketahui, harga minyak mentah Brent pada perdagangan Jumat (30/12/2022) atau hari terakhir perdagangan pada 2022 pada level US$ 85,91 per barel.

Sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) dibanderol US$ 80,26 per barel.

Harga minyak saat ini sudah jauh menurun dibandingkan puncak tertingginya pada 8 Maret 2022 yang tercatat sebesar US$ 127,98 per barel.

Direktur Center of Economics and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan, alasan pemerintah memiliki ruang menurunkan harga BBM bersubsidi karena dari sisi pendapatan pajak dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) capaiannya sudah melebihi target.

Selain itu, berkah dari harga komoditas energi seperti minyak dan gas (migas) serta batubara cukup besar sepanjang 2022 sehingga bisa mendongkrak penerimaan.

Faktor lain, defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang semakin kecil pada tahun depan, yakni ditargetkan 2,84 persen dari produk domestik bruto (PDB), membuat alokasi dana subsidi yang belum terpakai bisa digunakan untuk menurunkan harga BBM.

Dia menambahkan, idealnya harga BBM yang turun justru bisa mendorong perekonomian, laju usaha transportasi yang mulai naik paska Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dicabut.

“Jadi penurunan harga bbm merupakan stimulus yang ditunggu pelaku usaha dan konsumen. Saya lihat juga jelang tahun politik dan pergerakan harga minyak yang lebih rendah pada 2023,” tutur Bhima yang dikutip dari Kontan, Minggu (1/1/2023).

Dengan perkiraan harga minyak yang lebih rendah di 2023 tersebut, Bhima mengatakan, seharusnya pemerintah menurunkan harga BBM. Problemnya, tarik ulur penurunan harga BBM ini jika tidak segera dilakukan maka pemerintah akan kehilangan momentum perputaran roda ekonomi.

Bhima pun mengatakan idealnya harga BBM jenis Pertalite bisa turun ke Rp 8.100 per liter dari harga saat ini yang sebesar Rp 10.000 per liter.

Sementara harga solar bisa turun ke Rp 5.000 dari harga saat ini yang sebesar Rp 6.800. (Siti Masitoh/Kontan)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul "Harga Minyak Dunia Turun Terus, Ekonom Sebut Pemerintah Punya Ruang Turunkan Harga BBM Subsidi" 

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved