Minggu, 12 April 2026

Berita Aceh Timur

Derita Transmigran, Hasil Panen Terpaksa Dipikul Setengah Hari dengan Jalan Kaki, Akibat Jalan Rusak

“Saya mau jenguk anak di pesantren (di Idi Rayeuk), saya terpaksa jalan kaki setengah hari sambil membawa cabai untuk dijual ke pusat desa," ucapnya.

Penulis: Seni Hendri | Editor: Saifullah
Dok Warga
Sepanjang 8 kilometer (Km) jalan menuju Dusun Sumedang Jaya yang merupakan Kota Terpadu Mandiri rusak parah sehingga truk sembako tidak bisa melaluinya. 

Laporan Seni Hendri | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Akibat jalan sepanjang 8 kilometer (km) dari kawasan transmigrasi Kota Terpadu Mandiri (KTM) Dusun Sumedang Jaya ke Dusun Krueng Tuan, Desa Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur  rusak parah dan tak bisa dilalui kendaraan, sehingga petani terpaksa jalan kaki setengah hari menuju pusat desa sambil memikul hasil panen cabainya.

“Saya mau jenguk anak di pesantren (di Idi Rayeuk), maka saya terpaksa jalan kaki setengah hari sambil membawa cabai untuk saya jual ke pusat desa," ungkap seorang ibu sambil berjalan kaki sambil membawa karung berisi cabai di atas kepalanya didampingi dua anak laki-lakinya saat berjumpa anggota DPRK Aceh Timur, Zulfadli Oyong yang juga sedang meninjau jalan rusak menuju ke kawasan KTM tersebut, Minggu (1/1/2023).

Sementara itu, Salahuddin salah satu pengepul sawit di kawasan transmigrasi Dusun Sumedang Jaya mengatakan, ia terpaksa membeli sawit petani di daerah itu dengan harga di bawah standar.

“Sejak 4 bulan, saya beli sawit petani di daerah ini Rp 900 per kg, sebelumnya saya beli normal Rp 1.800 per kg, tapi sekarang karena jalan rusak parah, terpaksa saya beli Rp 900 per kg, karena saya bayar ongkos langsir menggunakan Hiline Rp 600 per kg ke pusat desa,” ungkap Salahuddin di hadapan Zulfadli Oyong.

Untuk diketahui, Anggota DPRK Aceh Timur,  Zulfadli Oyong didampingi sejumlah awak media meninjau 8 Km jalan rusak parah dari pusat Dusun Krueng Tuan ke kawasan transmigrasi di Dusun Sumedang Jaya, Minggu (1/1/2023).

Rombongan menggunakan mobil Hiline dari pusat desa, setelah memakan waktu 3 jam akhirnya rombongan tiba di permukiman penduduk di Sumedang Jaya.

Baca juga: Pasokan Sembako Terhenti Imbas Jalan Rusak, Warga KTM Atim Sempat Kelaparan dan Pasien Ditandu 3 Km

Sepanjang perjalanan, rombongan juga melihat banyak sawit petani yang sudah dipanen dibiarkan membusuk di tepi jalan karena tak bisa dikeluarkan.

Begitu juga tanaman jagung milik petani yang sudah memasuki masa panen tidak dipanen oleh petani dan dibiarkan di pohon.

M Nasir, salah seorang petani mengatakan, petani sengaja tak memanen jagung mereka meski sudah memasuki masa panen karena tidak bisa diangkut.

“Sengaja petani tak memanen karena tak bisa dikeluarkan lantaran jalan rusak. Karena itu jagung lebih aman di batangnya,” ungkap M Nasir.

Sementara itu, Mahyudi, Sekdes Desa Seumanah Jaya, mengucapkan terima kasih atas kunjungan anggota DPRK Aceh Timur tersebut.

Baca juga: Tampung Curhat Warga KTM, Pj Bupati Aceh Timur Janji Perbaiki Jalan Rusak ke Seumanah Jaya

"Beginilah kondisi desa kami pak. Akses ke Sumedang Jaya dari Krueng Tuan hanya 8 Km, seharusnya jika jalan bagus hanya 15 menit. Namun, karena jalan rusak waktu tempuh jadi 3 jam jika naik kendaraan. Bahkan petani yang jalan kaki pergi pagi sampai sore ke pusat desa, begitu juga roda pemerintahan terhambat,” urai Sekdes panjang lebar.

“Inilah Dusun Sumedang Jaya, dusun terisolir, beginilah penderitaan masyarakat kami, semoga dengan kehadiran Pak Zulfadli Oyong, keluhan jalan rusak ini bisa diperbaiki," harap Mahyudi.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved