Internasional
Pertempuran Sengit Pecah di Marib, Houthi Kerahkan Senjata Berat Serang Pasukan Yaman
Pertempuran sengit pecah antara pasukan pemerintah dan Houthi di luar Kota Marib dalam 72 jam terakhir.
SERAMBINEWS.COM, AL-MUKALLA - Pertempuran sengit pecah antara pasukan pemerintah dan Houthi di luar Kota Marib dalam 72 jam terakhir.
Bentrokan bersenjata itu telah menyebabkan sejumlah pejuang tewas atau terluka.
Mayor Jenderal Abdu Abdullah Majili, juru bicara tentara Yaman kepada Arab News, Selasa (10/01/2022) mengatakan Houthi melancarkan serangan berat.
Dia mengatakan milisi Houthi menggempur pasukan pemerintah Yaman di selatan, utara dan barat kota selama tiga hari terakhir.
Sehingga, katanya, terjadi pertempuran sengit dan pertukaran tembakan senjata berat.
“Ini menjadi serangan paling kejam Houthi sejak gencatan senjata runtuh,” kata Majili.
Baca juga: Ranjau Milisi Houthi Bunuh Dua Bersaudara Kandung dan Satu Anak Perempuan Terluka Parah di Marib
Dia menambahkan pertempuran paling sengit terjadi di Distrik Juba, selatan kota, saat Houthi berupaya maju lebih jauh ke wilayah yang dikuasai pemerintah di Marib.
Marib telah menjadi benteng kota besar terakhir pemerintah Yaman di utara Yaman.
Ribuan pejuang dan warga sipil telah tewas sejak Houthi melancarkan upaya militer besar-besaran untuk merebut kota kaya energi itu pada awal 2021.
Meskipun mendekati kota, Houthi tidak dapat menaklukkannya karena perlawanan berat dari pasukan militer dan sekutu suku, dengan bantuan koalisi Arab pimpinan Arab Saudi.
Ada penurunan dalam pertempuran di sekitar Marib, dan medan perang lain yang pernah berkobar, setelah gencatan senjata yang ditengahi PBB berlaku pada April 2022.
Namun, gencatan senjata berakhir pada Oktober 2022, usai Houthi menolak untuk memperpanjangnya, meskipun ada permintaan dari mediator asing dan organisasi bantuan.
Baca juga: Iran Tak Peduli Siapapun Penentang Pemerintah, Mantan Putri Presiden Divonis Lima Tahun Penjara
Di tempat lain, penduduk kota selatan Taiz mengatakan penembak jitu Houthi melukai dua anak di daerah pedesaan pada Minggu (08/01/2023).
Abdullah Mohammed Al-Faki (11) dan Menour Mohammed (8) sedang bermain di luar rumah mereka di daerah Sabre ketika dilaporkan ditembak dan terluka.
Bahkan selama gencatan senjata, Houthi tidak setuju untuk mengakhiri pengepungan delapan tahun mereka di Taiz.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pasukan-pemerintah-yaman-hadapi-houthi.jpg)