Berita Sepakbola
Perubahan Nama Persiraja Harus di Kongres PSSI
Keputusan RUPS terkait pergantian nama dan logo klub harus sesuai dengan apa yang diatur dalam AD/ART, serta akta notaris
BANDA ACEH - Tim Liga 2, Persiraja Banda Aceh akhirnya memutuskan pergantian nama dan logo klub.
Hanya saja, perubahan tersebut harus dilakukan dengan mengikuti prosedur.
"Sah tidaknya pergantian nama klub itu ditentukan dalam Kongres Tahunan PSSI.
Sebelum dibawah ke Kongres Tahunan, pengurus klub harus lebih dulu mengajukan kepada PSSI," ungkap mantan pemain Persiraja di Piala Soeratin Tahun 1980, H Hasan Basri SH MH kepada Serambi, Sabtu (14/1/2023).
Hasan Basri secara terbuka mengungkapkan, sesuai dengan hasil Kongres Tahunan PSSI di Ancol, Jakarta, tahun 2009, semua tim perserikatan berubah menjadi klub.
Seiring perubahan itu, klub dulunya perserikatan diwajibkan memiliki akta notaris, serta terdaftar di Menteri Kehakiman dan Hukum (Menkumham).
Terkait keinginan Persiraja berganti nama dan logo, Hasan Basri menyebutkan, maka harus mengikuti mekanisme.
Misalnya, jika klub tersebut sudah berbentuk PT, maka direktur harus mengadakan rapat internal.
Boleh jadi, direktur harus melakukan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk memutuskannya.
"Keputusan RUPS terkait pergantian nama dan logo klub harus sesuai dengan apa yang diatur dalam AD/ART, serta akta notaris.
Kita tak mengetahui, apakah pergantian nama dan logo Persiraja ini ada dilakukan RUPS atau tidak.
Pastinya harus sesuai mekanisme," sebutnya.
Baca juga: Presiden Persiraja Ancam Bikin Ribut, Berang karena Izin Pakai Stadion Dicabut
Baca juga: Pemerintah Aceh Protes Pemasangan Lambang Pancacita pada Logo Baru Persiraja
Bukan hanya untuk klub, tegas Hasan Basri, untuk perubahan nama sebuah pengurus baru klub juga harus dilaksanakan dengan akta notaris.
Setelah itu, pengurus baru klub tersebut juga terdaftar di Menkumham.
Ia melanjutkan, bila pergantian klub dan logo tersebut sudah memenuhi mekanisme, maka pemilik atau pengurus mengajukan kepada PSSI Pusat.
Di mana, mereka melaporkan kepada PSSI di Jakarta supaya dilakukan perubahan nama dan logo.
"Kebiasaannya, pengesahan dan perubahan nama klub di Tanah Air dilakukan saat Kongres Tahunan PSSI.
Bila sudah ada pengesahan dari PSSI, maka sah dan bergantilah nama klub itu.
Tapi, jika tak ada pengesahan dalam Kongres Tahunan PSSI, maka klub itu belum boleh memakai nama baru," terang Hasan Basri.
Hasan Basri mencontohkan, ketika klub Liga 2 asal Tanah Rencong, Aceh United FC diakusisi dan pindah home-base ke Pangkalpinang, Bangka Belitung (Babel).
Bahkan, saat itu pemilik baru Aceh United juga memperkenalkan Babel United FC di provinsi pemekaran dari Sumatera Selatan tersebut.
"Meski Aceh United FC sudah pindah dari Aceh, namun nama klub itu tetap tercatat sebagai peserta kompetisi Liga 2 musim 2019.
Padahal, pemilik baru sudah memperkenalkan Aceh United sebagai Babel United.
Baca juga: Zulfikar SBY Minta Jubir Pemerintah Aceh Belajar Soal Persiraja, Begini Respons MTA
Tapi, Operator Liga tetap mencatat nama Aceh United FC," ungkapnya.
Sebagaimana diketahui, pada Kongres Biasa PSSI 2022 di The Trans Luxury Hotel, Bandung, Jawa Barat, mengesahkan perubahan nama 22 klub.
Misalnya, klub milik selebritis Raffi Ahmad, dari Cilegon United FC berganti menjadi RANS Nusantara FC.
Awalnya, Raffi Ahmad membeli klub Liga 2 milik masyarakat Cilegon itu.
Setelah diakusisi, klub ini langsung promosi ke Liga 1 pada musim pertamanya.
Lalu, AHHA PS Pati dipastikan sudah berubah nama menjadi FC Bekasi City, meskipun domisili klub masih di Pati, Jawa Tengah.
Awalnya, klub milik selegram Atta Halilintar itu bernama Putra Safin Grup.
Menyusul pengesahan di Kongres Tahunan PSSI, AHHA PS Pati menjadi FC Bekasi City.
Kemudian, klub Liga 1 yang mengubah nama yaitu Martapura Dewa United menjadi Dewa United FC.
Berikutnya, Borneo FC Kalimantan Timur menjadi Borneo FC Samarinda.
Terakhir, Tira Persikabo menjadi Persikabo 1973 setelah sebelumnya bernama PS TNI.
Adapun nama pemain Persiraja di Piala Liga Soeratin Tahun 1980 terdiri dari Joni Asmara, Sofyan, Tarmizi, Boy, dan Hasan Basri yang menempati posisi sebagai kiper utama.
Ketika itu, anak-anak muda Lantak Laju dilatih pelatih Cut Arifin. (ran)
Baca juga: RESMI! Persiraja Banda Aceh Berubah jadi Persiraja Aceh
Baca juga: MTA Protes Pemasangan Lambang Pancacita pada Logo Baru Persiraja
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/mantan-pemain-Persiraja-di-Piala-Soeratin-Tahun-1980-H-Hasan-Basri-SH-MH.jpg)