Breaking News:

Donor Darah

Kebutuhan Darah di Aceh Masih Kurang, PMI Gencar 'Jemput Bola'

Program donor darah dari Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Aceh juga belum mampu menutupi kebutuhan darah...

Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Eddy Fitriadi
SERAMBI/MASRIZAL  
Sekjen Korps Alumni KNPI H Sayed Muhammad Muliady SH sedang melakukan donor darah di UDD PMI Cabang Banda Aceh, Selasa (17/1/2023). Kebutuhan Darah di Aceh Masih Kurang, PMI Gencar 'Jemput Bola'. 

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Ketua Palang Merah Indonesia ( PMI) Cabang Banda Aceh Ahmad Haiqal Asri mengungkapkan saat ini kebutuhan darah untuk kepentingan medis masih sangat kurang.

Bahkan PMI hanya mampu memenuhi kebutuhan darah setengah dari yang ditargetkan.  

Program donor darah dari Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Aceh juga belum mampu menutupi kebutuhan darah untuk kepentingan medis di Aceh, karena capaian dari gerakan ini belum berjalan seperti yang ditargetkan.

“Untuk kebutuhan sendiri masih kurang. Persentasenya 50 persen lebih (kekurangan),” kata pria yang akrab disapa Haiqal di sela melayani pendonor di kantornya di kawasan Lampineung kepada Serambinews.com, Selasa (17/1/2023).

“Seperti kemarin ada beberapa orang ( pendonor) masih pending. Ada kebutuhan darah trombosit yang belum sempat kita penuhi, jadi kita tunda hari ini, kita tunggu pendonor yang suka rela mendonorkan darahnya,” tambahnya.

Untuk menutupi kekurangan tersebut, setiap hari PMI gencar menjemput bola. Bahkan pihaknya kembali mendatangi komunitas-komunitas relawan pendonor yang ada di Banda Aceh dan Aceh Besar yang selama ini tidak terakomodir.  

“Ketika ada pasien yang butuh darah, kita juga menelpon satu persatu pendonor suka rela yang sudah jatuh temponya untuk donor kembali. Kita proaktif menjemput bola karena kebutuhan darah di kita belum terpenuhi,” katanya.

Dalam sehari PMI Cabang Banda Aceh membuka tiga unit layanan. Selain di Unit Donor Darah (UDD) PMI Banda Aceh, PMI juga membuka layanan melalui mobil unit ASN dengan target harian 100 kantong. Satu lagi mobil layanan bagi komunitas atau warkop.

“Kita tetap berupaya penuh untuk memenuhi kebutuhan darah. Kalau kita lihat kebutuhannya, yang aman bulan 12 (Desember) karena kita bisa memproduksi 4.400 perbulan. Saat bulan 12 tidak ada keluhan, alhamdulillah semuanya terpenuhi,” ujarnya.

Sementara untuk bulan Januari, kebutuhan darah berkurang drastis. Kondisi ini, kata Haiqal, karena minimnya orang yang mendonorkan darahnya. Pasokan darah yang dicapai oleh PMI Cabang Banda Aceh hanya diangka 2.000 kantong.

“Jadi memang kita hilang setengah,” ungkap dia. “Kalau mau aman setiap bulan kita harus targetkan 6.000 kantong. Itu kita kira cukup,” tambah Haiqal.

Di samping itu, Haiqal juga mengungkapkan biasanya kebutuhan darah tinggi diakhir dan awal tahun seiring meningginya warga yang terpapar penyakit menular seperti DBD. Untuk jenis penyakit ini, yang dibutuhkan adalah trombosit, sementara masa trombosit hanya 5 hari.

“Kadang ada puncaknya di bulan 11, ada bulan 12. Di bulan 1 hanya tinggal sisa-sisanya. Karena itu, kita berharap masyarakat dan pemerintah agar mengutama pencegahan dari penyakit menular,” tukas Haiqal. (*)

   

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved