Breaking News:

Opini

Anies, Antara Realitas dan Rasional Politik

“political games” meyakinkan rakyat, masyarakat atau publik, bahwa calonnya akan menjadi Presiden RI pada masa akan datang

Editor: bakri
Anies, Antara Realitas dan Rasional Politik
FOR SERAMBINEWS.COM
TAUFIQ ABDUL RAHIM, Dosen Universitas Muhammadiyah Aceh dan Peneliti Senior Political and Economic Research Center/ PEARC-Aceh

OLEH TAUFIQ ABDUL RAHIM, Dosen Universitas Muhammadiyah Aceh dan Peneliti Senior Political and Economic Research Center/ PEARC-Aceh

DALAM konstelasi politik nasional, menjelang berlangsungnya Pemilihan Umum ( Pemilu) Presiden Republik Indonesia (RI) pada tahun 2024 yang akan datang, beberapa calon Presiden RI telah dideklarasikan oleh beberapa partai politik dan koalisi antar partai, dengan harapan akan terpilih secara demokratis dengan model demokrasi Indonesia pada Pemilu sebagai Presiden RI yang besar dan heterogen ini.

Sesungguhnya pertaruhannya akan semakin sengit, sementara ini hanya dan telah menilai dengan tingkat keyakinan yang tinggi, masing- masing partai politik, tim sukses atau pemenangan dengan mengandalkan survei elektabilitas calon Presiden RI, yang dijadikan modal kampanye politik, meskipun tahapan Pemilu serentak 2024 belum dimulai ataupun diberlakukan.

Namun usaha bahkan upaya partai politik pengusung sudah melakukan trik maupun “political games” meyakinkan rakyat, masyarakat atau publik, bahwa calonnya akan menjadi Presiden RI pada masa akan datang.

Karena itu, secara politik berbagai kajian dan analisis akan semakin menarik, bahwasanya “The Real President” di negara yang menganut sistem demokrasi politik modern, tidaklah sesederhana pemahaman serta prediksi para tim sukses atau pemenangan.

Maka diperlukan cara berpikir rasional dan realistis bahwa, dengan indikator, pertimbangan serta pemahaman analisis tertentu.

Dalam praktik politik yang serba mungkin dengan kajian akademik dikenal “probabilty theory” akan ikut berperan memahami praktik politik yang ada saat ini di Indonesia di tengah persaingan serta ketatnya dan sengitnya para calon menawarkan serta memperkenalkan diri dalam kehidupan rakyat, masyarakat dan publik secara luas.

Dalam kehidupan sosial masyarakat modern saat ini, praktik politik yang dilaksanakan serta dijalankan adalah, politics is the art of possible, maka secara cerdas serta rasional dibayangkan bahwa, politik sebagai salah satu fenomena yang serba mungkin dan tidak ada yang mustahil, meskipun tidak diduga pada saat awalnya.

Jika merujuk kepada Partridge and Partridge (1994) adalah, di dalam politik tidak ada teman atau musuh yang abadi, bahwa yang abadi adalah kepentingan.

Hal ini juga memberikan suatu gambaran serta kondisi yang serba mungkin.

Baca juga: Anies Baswedan Kembali Safari Politik Akhir Januari 2023., Ini Tiga Provinsi yang Bakal Disambangi

Baca juga: Relawan Anies yakin Raih Suara Banyak di Kandang Banteng, Elite PDIP: Belum Jadi Capres Kok Sesumbar

Ilustrasinya adalah, seseorang yang merupakan teman baik dalam politik saat ini, secara tiba-tiba dapat menjadi musuh berat pada masa akan datang, demikian pula sebaliknya.

Pada prinsipnya pemahaman realisme maupun pendekatan yang bertendensi melihat sesuatu permasalahan itu sebagaimana wujudnya, atau what is, dan bukan berlandaskan kepada sebagaimana sewajarnya ataupun what ought to be.

Sehingga berdasarkan atas, prinsip landasan pendekatan ini diasumsikan oleh Scruton (1982) bahwa, tujuan utama aktor politik adalah kekuasaan, sehingga ditempuh cara penggunaannya dan bagaimana menambahkannya.

Dengan demikian terhadap cara penggunaannya dan penambahannya, ini sangat tergantung kepada karakter aktor politik atau politisi dalam mempraktikkannya, sesuai dengan karakter yang dimilikinya, juga taraf kapasitas tingkat kompetensinya, sehingga sering kali tanpa memedulikan kapasitas diri serta partai politiknya berprinsip kepada kekuasaan.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved