Internasional
Al-Azhar, Liga Arab dan Mesir Kutuk Pembakaran Kitab Suci Umat Islam di Stockholm
Universitas Al-Azhar Al-Sharif, pusat pembelajaran Islam Sunni tertua dan terkemuka mengutuk keras pembakaran Al Quran oleh ekstremis Swedia.
SERAMBINEWS.COM, KAIRO - Universitas Al-Azhar Al-Sharif, pusat pembelajaran Islam Sunni tertua dan terkemuka mengutuk keras pembakaran Al Quran oleh ekstremis Swedia.
Dikatakan Al Quran akan tetap dalam kejayaannya sebagai "buku pedoman bagi seluruh umat manusia, membimbing mereka pada nilai-nilai kebaikan, kebenaran dan keindahan.
Insiden berulang menunjukkan keterlibatan otoritas Swedia dengan tokoh sayap kanan berulang kali dan dengan sengaja menyinggung kesucian agama dan memprovokasi umat Islam di seluruh dunia, katanya.
Politisi sayap kanan Rasmus Paludan membakar kitab suci di luar Kedutaan Besar Turki di Stockholm selama demonstrasi pada Sabtu (21/0/1022) yang memicu protes.
"Tindakan kriminal kebiadaban, tidak akan merusak kesucian Al-Quran di hati orang yang beradab," kata Al-Azhar.
Dikatakan, dendam para penjahat sesat dan tindakan para pendukung fanatisme dan jiwa-jiwa yang sakit, yang memiliki catatan hitam dalam sejarah fanatisme, kebencian, dan perang agama, tidak akan mempengaruhi kesucian Al Quran.
Baca juga: Pelaku Mutilasi Wanita di Bekasi Sempat Sumpah Al-Quran, Mengelak saat Ditangkap
Al-Azhar meminta komunitas internasional untuk menentang upaya merusak kesucian agama, mendesak kecaman terhadap mereka yang berada di belakang pembakaran dan penyelidikan segera atas insiden tersebut.
"Membiarkan pembakaran menghambat upaya mempromosikan perdamaian, dialog antaragama dan komunikasi antara Timur dan Barat, serta antara dunia Islam dan Barat,” katanya, seperti dilansir AFP, Senin (23/01/2023).
Sekretaris Jenderal Liga Arab Ahmed Aboul Gheit dan pemerintah Mesir ikut mengecam.
Aboul Gheit mengatakan di Twitter: "Saya mengutuk dengan keras pembakaran Al Quran oleh seorang ekstremis di Stockholm, Swedia."
Dia menambahkan tindakan ekstrem dan tidak normal seperti itu harus dikutuk dan dikecam oleh semua orang, terutama di Swedia.
“Kebebasan berbicara seharusnya tidak menjadi dalih bagi para ekstremis untuk menyalakan api kebencian antar pemeluk agama yang berbeda,” kata Aboul Gheit.
Baca juga: Kisah Faizul Amar, Alumnus Darul Ihsan Aceh Besar Berhasil Khatam Quran Dua Qiraat di Mesir
Mesir menyatakan kecaman kerasnya atas insiden Stockholm.
Sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri menggambarkannya sebagai tindakan tercela yang memprovokasi perasaan ratusan juta umat Islam di seluruh dunia.
Mesir memperingatkan bahaya memicu ujaran kebencian dan kekerasan.
Kairo menyerukan untuk menegakkan nilai-nilai toleransi dan hidup berdampingan secara damai, dan mencegah pelanggaran terhadap semua agama melalui praktik ekstremis.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Warga-Mesir-Kutuk-Pembakaran-Quran-di-Swedia.jpg)