Breaking News:

Internasional

Al-Azhar Serukan Umat Muslim Boikot Produk Swedia dan Belanda, Nodai Kesucian Al Quran

Lembaga keagamaan tinggi Mesir menyerukan umat Islam di seluruh dunia untuk memboikot produk Swedia dan Belanda atas penodaan kitab suci umat Islam

Editor: M Nur Pakar
AFP/Arif ALI
Demonstran membawa plakat dan meneriakkan slogan-slogan selama demonstrasi di Lahore, Pakistan, Rabu (24/01/2023) untuk mengutuk pembakaran Al Quran di Swedia. 

SERAMBINEWS.COM, KAIRO - Lembaga keagamaan tinggi Mesir menyerukan umat Islam di seluruh dunia untuk mem boikot produk Swedia dan Belanda atas penodaan kitab suci umat Islam oleh aktivis sayap kanan.

Seruan oleh Al-Azhar Mesir, lembaga keagamaan terkemuka dunia Muslim Sunni menjadi yang terbaru dari serangkaian reaksi dunia Muslim atas insiden di Swedia dan Belanda.

Pada Sabtu (21/01/2023), aktivis anti-Islam Denmark, Rasmus Paludan membakar Al Quran di luar Kedutaan Besar Turki di ibu kota Swedia, Stockholm.

Pada hari Minggu (22/01/2023), Edwin Wagensveld, pemimpin Belanda dari gerakan sayap kanan Pegida, merobek halaman-halaman Al Quran di dekat parlemen Belanda di Den Haag dan menginjaknya.

Al-Azhar Mesir menyebut penodaan itu sebagai pelanggaran bagi umat Islam.

Disebutkan, boikot kedua negara akan menjadi tanggapan yang tepat bagi pemerintah yang melindungi kejahatan biadab di bawah panji tidak manusiawi dan tidak bermoral yang mereka sebut kebebasan berekspresi.

Baca juga: Mufti Agung Arab Saudi Kutuk Pembakaran Quran di Swedia, Sebut Tidak Masuk Akal dan Memalukan

Seperti dilansir AFP, Rabu (25/01/2023), di Kota Lahore, Pakistan timur, ratusan orang melakukan protes pada hari Selasa dan mengutuk penodaan tersebut.

Protes juga terjadi di dua kota utama Turkiye, Istanbul dan Ankara.

Setelah insiden di Stockholm, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan kepada Swedia untuk tidak mengharapkan dukungan Ankara dalam upaya berkelanjutan untuk bergabung dengan NATO.

Dia juga mengkritik Swedia karena mengizinkan demonstrasi pro-Kurdi pada Sabtu malam di luar Kedutaan Besar Turkiye.

Negara-negara Eropa telah lama membela hak atas kebebasan berekspresi.

Meskipun hasutan untuk melakukan kekerasan atau ujaran kebencian sebagian besar dilarang.

Baik Paludan maupun Wagensveld diberikan izin oleh pihak berwenang atas aksi mereka.(*)

Baca juga: Erdogan Peringatkan Swedia Setelah Pembakaran Al-Quran, Dukungan Turkiye Masuk NATO Tidak Ada Lagi

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved