Breaking News:

Berita Banda Aceh

Bang M Dituntut 6,6 Tahun Penjara

JPU menuntut Bang M selama 6 tahun 6 bulan penjara dalam kasus dugaan korupsi pelaksanaan turnamen sepak bola internasional Tsunami Cup

Editor: bakri
HENDRI/SERAMBI
Terdakwa M Zaini alias Bang M didampingi hukumnya mendengarkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (KPU) dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Banda Aceh, Selasa (24/1/2023). 

BANDA ACEH - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Banda Aceh menuntut terdakwa M Zaini atau akrab disapa Bang M selama 6 tahun 6 bulan penjara dalam kasus dugaan korupsi pelaksanaan turnamen sepak bola internasional Tsunami Cup atau Aceh World Solidarity Cup (AWSC) tahun 2017.

Tuntutan itu dibacakan dalam sidang lanjutan kasus tersebut di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Banda Aceh, Selasa (24/1/2023).

Menurut JPU, perbuatan adik mantan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf ini selaku pembina panitia AWSC, telah terbukti dan meyakinkan melanggar Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi.

"Menjatuhkan pidana terhadap M Zaini dengan pidana penjara selama 6 tahun 6 bulan dikurangi masa tahanan," kata JPU dihadapan M Zaini yang duduk dibangku pesakitan bersama terdakwa lain, Mirza selaku Bendahara Panitia.

M Zaini juga dibebankan membayar dengan sebesar Rp 500 juta dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar, diganti dengan kurungan selama 6 bulan.

Selain itu ia juga dibebani membayar Uang Pengganti (UP) sebesar Rp 730 juta.

Apabila tidak sanggup membayar dalam waktu satu bulan akan disita harta bendanya.

"Dan bila harta benda tidak mencukupi, maka akan diganti dengan kurungan selama 3 bulan," imbuh JPU dihadapan terdakwa yang didampingi pengacaranya.

Sebelum dibacakan tuntutan terhadap M Zaini, JPU membacakan tuntutan terhadap terdakwa lain yaitu Mirza.

Terhadap Mirza, JPU menuntut selama 4 tahun penjara dan denda Rp 300 juta dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar, diganti dengan kurungan selama 3 bulan.

Usai pembacaan tuntutan, majelis hakim yang diketuai R Hendral akan melanjutkan sidang pada 31 Januari 2023 dengan agenda pembacaan pembelaan (pleidoi).

Baca juga: M Zaini dan Mirza Jadi Tahanan Kota Kasus Korupsi Tsunami Cup

Baca juga: Jaksa Limpahkan Kasus Tsunami Cup ke Pengadilan

Seperti diberitakan sebelumnya, Pemerintah Aceh menggelar turnamen sepakbola bertaraf internasional 'Aceh World Solidarity Cup' yang dipusatkan di stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh pada 2-6 Desember 2017.

Kegiatan yang diikuti empat negara yaitu Indonesia, Kyrgyztan, Mongolia dan Brunei Darussalam itu dilaunching Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf dengan tujuan untuk mengembalikan prestasi sepakbola Aceh.

Turnamen skala internasional itu bersumber dari APBA Perubahan Tahun 2017 pada Dinas Pemuda Dan Olahraga (Dispora) Aceh sebesar Rp 3.809.400.000.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved