Sabtu, 30 Mei 2026

Internasional

Israel Tidak Takut Lagi Dengan AS, Tidak Mau Mendengar Seruan dan Perintah Washington

Pejabat senior Palestina di Ramallah, Tepi Barat menyatakan Israel tidak takut lagi dengan Israel, bahkan tidak mau mendengar seruan dan perintah

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AFP
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menggelar konferensi pers di Jerusalem, Senin (30/1/2023). 

SERAMBINEWS.COM, RAMALLAH - Pejabat senior Palestina di Ramallah, Tepi Barat menyatakan Israel tidak takut lagi dengan Israel, bahkan tidak mau mendengar seruan dan perintah Washington.

Analis politik Palestina Nabil Amr mengatakan AS hanya dapat memberikan saran kepada kedua belah pihak dan berbicara tentang perlunya ketenangan dan melestarikan solusi dua negara.

"Tetapi, tekanan sudah pasti didapat pihak Palestina,” jelasnya.

Dia mengatakan Amerika Serikat (AS) tidak lagi dapat mempengaruhi pemerintah Israel.

Karena, Israel tidak mau mendengarkan dan memanfaatkan dukungan untuk memicu perang melawan Palestina.

Amr menambahkan Washington membuat tuntutan yang tidak dapat dipenuhi oleh Palestina bahkan jika mereka menerimanya.

Baca juga: Menteri Luar Negeri AS Mulai Tour Timur Tengah di Mesir, Turunkan Ketegangan Israel-Palestina

Seperti mencegah operasi individu terhadap Israel.

Disebutkan, mereka yang melakukan serangan baru-baru ini terhadap sasaran Israel tidak memiliki hubungan dengan organisasi Palestina tetapi individu.

"Jadi bagaimana Otoritas Palestina dapat mencegah mereka?” tanyanya.

Amr mengkritik keras kebijakan AS saat ini tentang konflik tersebut, menggambarkannya sebagai mengelola krisis tanpa cakrawala politik.

Sumber senior Palestina lainnya mengatakan pemahaman dan dukungan AS untuk tuntutan Palestina dapat mencegah eskalasi lebih lanjut.

Sekaligus, membangun kepercayaan, yang mungkin membujuk Abbas melanjutkan koordinasi keamanan dengan Israel.

Baca juga: Perdana Menteri Israel Serukan Warga Sipil Yahudi Bawa Senjata, Dua Mobil Warga Palestina Dibakar

Dimana, telah dihentikannya pada 26 Januari 2022 setelah pembunuhan sembilan warga Palestina di kamp pengungsi Jenin oleh pasukan Israel.

Mahmoud Al-Aloul, seorang pemimpin Fatah, mengatakan kepemimpinan Palestina tidak lagi memiliki kepercayaan atau harapan pada kebijakan AS.

Dia beralasan, AS dianggap hanya peduli untuk melindungi dan mendukung pendudukan Israel.

Dia menambahkan kunjungan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dilakukan setelah warga Palestina memutuskan menghadapi kejahatan dan serangan pendudukan dan pemukim Yahudi.

Sedangkan analis politik Majdi Halabi kepada Arab News, Rabu (1/2/2023) mengatakan kunjungan Blinken sangat penting.

Dia beralasan akan berkontribusi pada upaya menenangkan situasi dan mengurangi ketegangan antara Palestina dan Israel.

Baca juga: Pasukan Israel Gencarkan Operasi Militer, Setelah Penembakan Massal di Sinagoga Jerusalem Timur

“Abbas tidak dapat mencegah serangan individu oleh warga Palestina terhadap sasaran Israel,” kata Halabi.
“Dia bisa mempengaruhi kelompok Sarang Singa karena termasuk unsur organisasi Fatah yang dia pimpin,” jelasnya.

Dia menambahkan AS juga dapat menekan Israel untuk menghentikan penghancuran rumah warga Palestina di Tepi Barat dan Jerusalem.

Termasuk menghentikan penangkapan warga Palestina, dan membatasi perluasan pemukiman.

"Washington dapat melakukan ini, jika mau, karena Israel membutuhkan bantuan keuangan dan militer AS untuk menghadapi Iran," katanya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved