Selasa, 7 April 2026

Internasional

Jika Diminta, Perdana Menteri Israel Siap Menjadi Mediator Ukraina dan Rusia

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bersedia mempertimbangkan menjadi mediator antara Rusia dan Ukraina.

Editor: M Nur Pakar
AFP
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu 

SERAMBINEWS.COM, JERUSALEM - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bersedia mempertimbangkan menjadi mediator antara Rusia dan Ukraina.

Tetapi, jika diminta oleh kedua negara yang bertikai dan Amerika Serikat (AS).

"Jika diminta oleh semua pihak terkait, saya pasti akan mempertimbangkannya," ujarnya.

"Tapi saya tidak memaksakan diri," kata Netanyahu kepada CNN dalam sebuah wawancara.

Dia menambahkan harus menunggu waktu yang tepat dan keadaan yang tepat, seperti dilansir AP, Rabu (1/2/2023).

"Sekutu dekat Israel, Amerika Serikat, juga perlu bertanya karena Anda tidak boleh memiliki terlalu banyak juru masak di dapur,” katanya.

Baca juga: Zelenskyy Sampaikan Terima Kasih ke Jerman, Pertahanan Negaranya Semakin Kuat Hadapi Rusia

Netanyahu mengatakan dia diminta untuk menjadi mediator tak lama setelah invasi Rusia ke Ukraina pada Februari 2021.

Tetapi dia menolak karena dia adalah pemimpin oposisi Israel pada saat itu, bukan perdana menteri.

"Saya punya aturan, satu perdana menteri pada satu waktu," katanya.

Netanyahu tidak akan mengatakan siapa yang memintanya untuk berperan dalam peran itu, tetapi dia mengatakan permintaan itu tidak resmi.

Ukraina meminta pendahulu Netanyahu, Naftali Bennett, untuk bertindak sebagai mediator dan Bennett bertemu pada Maret 2022 dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Bennett juga berbicara dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, tetapi dia tidak dapat menengahi kesepakatan damai.(*)

Baca juga: Presiden Ukraina Telepon Sekjen NATO, Minta Rudal Jarak Jauh dan Pesawat Tempur

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved