Sabtu, 9 Mei 2026

Surya Paloh Ingin Bertemu PDIP, Kapan Megawati Ada Waktu?

Paloh menyebut pihaknya akan bertemu dengan PDIP tergantung waktu Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
SERAMBINEWS.COM/HENDRI
Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (NasDem), Surya Paloh saat melakukan peresmian Gedung Kantor DPW Partai NasDem Aceh, Senin (27/6/2022). (SERAMBINEWS.COM/HENDRI) 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh mengakui jika pihaknya memiliki keinginan untuk bertemu dengan PDI Perjuangan (PDIP).

"Saya pikir keinginan untuk itu sih ada saja, tinggal atur aja," kata Paloh seusai bertemu Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto di kantor DPP Partai Golkar, Jalan Anggrek Nelly Murni, Jakarta Barat, Rabu (1/2/2023).

Paloh menyebut pihaknya akan bertemu dengan PDIP tergantung waktu Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

"Kita kasih kode-kode dulu, kita minta barangkali kapan Ibu Mega ada waktu yang baik, ya kan," ujarnya.


Ia pun berharap antara Partai NasDem dan PDIP masih dalam suasana kebatinan yang sama.

"Mudah-mudahan suasana kebatinan sama, harapan penerimaan sama, jadi jelas ada dong, itu intinya," ungkap Paloh.

Lebih lanjut, Paloh berharap semua elemen bisa membangun kesadaran masyarakat, kematangan dalam menyerap informasi dan mengolah informasi.

"Dan menjaga common sense sekaligus menjaga stabilitas kepentingan nasional untuk bersama-sama membangun kemajuan bangsa ini, itu aja harapan yang paling penting," imbuhnya.

 

Baca juga: Bertemu Airlangga, Surya Paloh Buka Kemungkinan Nasdem Berkoalisi dengan KIB

Surya juga menampik jika pertemuan dengan Partai Golkar hari ini merupakan arahan dari Jokowi.

Ia menyampaikan, pertemuan dengan Jokowi tak membahas soal langkah politik Nasdem mengunjungi parpol koalisi pemerintah.

“Secara lisan (perintah Jokowi) enggak ada. Saya enggak tahu suasana kebatinan beliau,” imbuh dia.


Diketahui Jokowi dan Surya sempat bertemu di Istana Negara, Jakarta, Kamis (26/1/2023) pekan lalu.

Di sisi lain, hubungan antara Nasdem dan Istana sempat renggang usai pengusungan Anies Baswedan sebagai calon presiden (capres) di awal Oktober 2022.

Apalagi beberapa waktu belakangan sejumlah elit PDI-P terus menunjukan sikap berseberangan dengan Nasdem.

Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto sempat menyampaikan bahwa Nasdem terlepas dari parpol koalisi pemerintah karena sudah punya capres sendiri.

Ia juga menuding salah satu menteri Nasdem, yakni Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo telah memberikan data yang salah soal stok beras pada Jokowi.

Baca juga: Anies Baswedan Terancam Ditinggalkan NasDem, Pengamat: Pertemuan Surya Paloh dan Jokowi Punya Maksud

Merespons tudingan Hasto, Syahrul menyatakan bahwa data produksi beras telah sesuai dan membantah isu data produksi beras yang surplus tidak valid karena masih ada impor beras.

Ia mengaku telah mencocokkan data dari BPS dengan data dari Sistem Informasi Standing Crop (SISCrop) milik Kementan serta laporan Gubernur dan Kepala Divisi dari 17 provinsi di Indonesia.

“Hari ini saya coba melakukan apa ya sinkronisasi antara data satelit dan data standing crop yang ada dan ternyata data standing crop kita dengan data dari BPS oke,” kata Syahrul, dikutip dari Antara.

Mantan gubernur Sulawesi Selatan itu pun meminta semua pihak untuk menghargai jerih payah petani yang telah bersusah payah memproduksi beras.

"Masalah beras kita tidak boleh main-main lah, tetapi tolong hargai juga ya jerih payah semua petani yang ada. Tentu saja kita harus berterima kasih, mereka berpanas-panas dengan segala macam keringat yang dimiliki, produksinya harus kita hargai,” tutur dia.

Dalam beberapa kesempatan, Syahrul juga sudah angkat bicara mengenai beragam kritik yang diarahkan kepadanya dan peluangnya dicopot dari kabinet bila reshuffle dilakukan.

Syahrul mengaku fokus bekerja dan menyerahkan keputusan soal perombakan kabinet kepada Jokowi.

"Kita ini kan menteri kerja. Kerja saja. Kita di lapangan terus," kata Syahrul, 13 Januari 2023 lalu.

"Semuanya kita serahkan kepada beliau-beliau," katanya lagi.

Baca juga: Geger Wanita Melahirkan Tanpa Hamil di Sukabumi, Perutnya Tiba-tiba Membesar

Baca juga: Air Surut, Warga Indrapuri Mulai Bersihkan Rumah Ekses Banjir

Baca juga: Muhammadiyah Sudah Tetapkan Awal Puasa Ramadhan 2023 atau 1 Ramadhan 1444H, Jatuh Pada Tanggal Ini

Tribunnews.com: Surya Paloh Akui Ingin Bertemu PDIP: Barangkali Megawati Ada Waktu

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved