Berita Bireuen
Suaminya Jadi Korban Tabrakan Maut di Simpang Mamplam, Darnita Pasrah
Darnita ikut mendampingi suaminya bekerja di Pidie Jaya bersama anggota rombongan lainnya, namun saat berangkat berlainan kendaraan.
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Taufik Hidayat
Laporan Yusmandin Idris | Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Darnita (38) istri dari Kusnan (41) warga Desa Kolam Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, salah seorang korban meninggal dunia dalam musibah Tabrakan Maut di Simpang Mamplam, Bireuen, Kamis (02/02/2023) hanya pasrah dan cucurkan air mata melihat suaminya terbaring kaku di Puskesmas Simpang Mamplam, Bireuen.
Darnita ikut mendampingi suaminya bekerja di Pidie Jaya bersama anggota rombongan lainnya, namun saat berangkat berlainan kendaraan.
Saat berangkat ke Aceh, Darnita naik bus Anugerah bersama anggota rombongan lainnya, sedangkan suaminya bernama Kusnan berangkat dengan Daihatsu Grand Max. “Waktu berangkat dari Medan hampir bersamaan, saya naik bus sedangkan abang bersama kawannya dengan Grand Max,” ujarnya dengan suara terputus-putus duduk di kursi plastik dekat jenazah suaminya di Puskesmas Simpang Mamplam.
Dalam perjalanan dengan bus setelah lewat Bireuen, bus berhenti karena ada tabrakan dan ada anggota rombongan yang menyebutkan, kendaraan yang bertabrakan mirip dengan kendaraan yang ditumpangi rekan lainnya. “Saya langsung turun dan melihat kondisi kendaraan dan kami semua ke Puskesmas,” ujarnya.
Darnati tidak mampu berbicara lagi, air mata terus mengalir dan mengatakan, ini suami saya salah seorang penumpang Grand Max sambil menunjukkan jenazah suaminya yang sudah ditutupi kain.
Disebutkan, mereka telah mempunyai empat orang anak, tiga laki-laki dan perempuan, musibah tersebut telah disampaikan ke keluarga mereka di Medan. “Mereka tidak datang lagi ke sini, mereka menunggu di rumah,” ujarnya.
Sariman selaku yang dituakan dalam rombongan tersebut mengatakan, beberapa rekan sudah berangkat ke Pidie, dan banyak yang tinggal disini. “Saya yang akan ikut mendampingi dan mengantar ke tiga jenazah rekan mereka dibawa pulang ke Medan,” ujar Sariman.
Ketiga korban yaitu Ilham Syahputra Nasution (30) selaku sopir Grand Max beralamat di Desa Batang Kuis Pekan, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang.
Kemudian dua penumpang Grand Max bernama Kusnun (41) warga Desa Kolam Kecamatan Percut Sel Tuan, Kabupaten Deli Serdang dan Saripuddin Sitompul (54), beralamat di Desa Sidorejo, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan.
Ketiga mereka adalah rombongan pekerja penggalian tanah untuk tanam kabel jaringan telekomunikasi di Pidie Jaya.(*)
Baca juga: BREAKING NEWS - Tabrakan Maut di Simpang Mamplam Bireuen, Tiga Orang Meninggal Dunia
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Darnita.jpg)