Sabtu, 16 Mei 2026

Berita Aceh Selatan

Tim Medis Periksa Kesehatan Harimau Sumatera Terjerat Perangkap BKSDA, Ada 4 Titik Luka Kena Sajam

Pemeriksaan kesehatan tersebut dilakukan di Kantor Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTN) Wil I Tapaktuan, Minggu (5/2/2023). 

Tayang:
Penulis: Ilhami Syahputra | Editor: Saifullah
Serambi Indonesia
Tim medis saat melakukan penanganan terhadap Harimau Sumatera di Kantor Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTN) Wil I Tapaktuan, Minggu (5/2/2023). 

Laporan Ilhami Syahputra | Aceh Selatan

SERAMBINEWS.COM, TAPAKTUAN - Harimau Sumatra yang masuk perangkap dipasang oleh tim gabungan yang terdiri BKSDA, Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL), Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah VI, FKL, WCS, dan TNI/Polri di Simpali, Kluet Tengah, Kabupaten Aceh Selatan pada Sabtu (4/2/2023), kini menjalani pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh tim medis dari Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh-FKL.

Pemeriksaan kesehatan tersebut dilakukan di Kantor Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTN) Wil I Tapaktuan, Minggu (5/2/2023). 

Ada pun tim medis itu terdiri dari drh Rosa Rika Wahyuni, drh Anhar Lubis, drh Mahmudi, drh Zulius Zulkifli, dan drh Muhammad Agung Tanjung.

Tim medis BKSDA Aceh, drh Rosa Rika Wahyuni mengatakan, bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan, Harimau Sumatera yang terperangkap tersebut berkelamin betina dengan umur lebih kurang 3 sampai 4 tahun dan berat 51 kg. 

Secara umum kondisinya stabil, namun harimau tersebut mengalami beberapa luka yang diduga akibat terkena benda tajam.

Yakni sebanyak empat titik sehingga dilakukan debridement atau pengangkatan jaringan kulit mati (nekrotik) yang terinfeksi untuk membantu penyembuhan luka," paparnya, Minggu (5/2/2023).

Rosa menyebutkan, luka yang dialami harimau itu panjangnya sekitar 7 sampai 12 centimeter, dengan dalam satu sampai lima centimeter

"Ada pun empat luka yang ditangani tersebut yakni di punggung, pipi kiri, rahang dan kepala, dengan penanganan yang dilakukan tim medis selama tiga jam lebih," jelasnya

Sementara itu, drh Anhar Lubis mengatakan, bahwa luka terhadap satwa tersebut diperkirakan sembuh dalam dua pekan

Selain luka, beberdr Anhar Lubis, satwa tersebut kemungkinan juga dicurigai mengalami gejala Canine Distemper Virus (CDV) 

"Jika terkena virus itu, secara umum membuat harimau menjadi tidak takut pada manusia,” ulasnya.

“Ini tidak biasa terjadi, karena biasanya harimau cenderung menghindar bila bertemu manusia," jelasnya.

Namun untuk membuktikan hal tersebut negatif atau positif, pihaknya sudah mengambil sempel untuk dilakukan uji laboratorium

"Kita sudah mengambil sampel untuk pemeriksaan laboratorium, kemungkinan dalam dua minggu hasilnya sudah keluar," pungkasnya.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved