Camat Berharap Dampak Banjir di Peulimbang Bireuen Dapat Segera Ditangani
Dampak banjir akhir Januari lalu, banyak fasilitas umum mulai dari jalan, jembatan, tebing irigasi rusak...
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Eddy Fitriadi
Laporan Yusmandin Idris I Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Dampak banjir akhir Januari lalu, banyak fasilitas umum mulai dari jalan, jembatan, tebing irigasi rusak perlu ditangani, selain itu para petani di 19 desa mengalami kerugian besar
karena tanaman padi mengalami puso akibat banjir.
Hal tersebut disampaikan Camat Peulimbang, Bireuen, Abu Bakar S Sos dalam pertemuan Musrenbang di gedung serbaguna Kantor Camat, Peulimbang, Rabu (15/2/2023).
Camat menyebutkan, pasca banjir akhir Januari lalu menyebabkan beberapa fasilitas umum rusak, seperti jalan kecamatan, saluran irigasi, jembatan dan tambak masyarakat yang berada di Gampong Krueng Baro dan Seuneubok Peulimbang. Kemudian area sawah petani padi di 19 gampong waktu itu terendam banjir dan menyebabkan puso dan berbagai dampak lainnya.
Camat mengharapkan mendapat perhatian serius dari Pemkab Bireuen dalam upaya pemberdayaan masyarakat serta program pengentasan kemiskinan.
Disebutkan, hasil musyawarah atau pra musrenbang setiap desa telah mengusulkan masing-masing lima usulan, seluruhnya ada 250 usulan lebih diharapkan dapat tertampung dalam program pembangunan 2024 mendatang.
Usulan antara lain membuka lapangan kerja bagi masyarakat, tersedianya kebutuhan pupuk bagi petani, pembukaan dan peningkatan jalan usaha tani atau jalan pertanian, pembangunan jaringan irigasi ke
bendungan Nalan.
Selanjutnya, perbaikan jembatan Alu Kuturi, pembangunan jembatan rangka baja yang menghubungkan Peulimbang dan Jeunieb dan berbagai usulan lainnya bidang keagamaan, sosial budaya maupun pemberdayaan ekonomi.
Pertemuan Musrenbang dihadiri anggota DPRK Bireuen dan juga H Khalili, anggota DPRA, para kepala dinas,
badan dan kantor, seluruh mukim, keuchik dan berbagai unsur lainnya dibuka Pj Bupati Bireuen diwakili Asisten I Setdakab Bireuen, Mulyadi SH MM.
Pj Bupati Bireuen dalam sambutan yang diwakili Asisten I Setdakab Bireuen antara lain mengatakan, Pemkab Bireuen menetapkan enam prioritas dan arah kebijakan yang telah dituangkan ke dalam Peraturan Bupati Bireuen Nomor 14 Tahun 2022 tentang Rencana Pembangunan Kabupaten Bireuen Tahun 2023-2026 dan untuk prioritas dan arah kebijakan tahun 2024.
Enam program prioritas yaitu peningkatan nilai-nilai Syariat Islam dan keistimewaan Aceh, percepatan pembangunan ekonomi kerakyatan dan pengendalian inflasi. Kemudian, peningkatan kualitas sumber daya manusia dan daya saing daerah, peningkatan reformasi birokrasi dan pelaksanaan pemilihan umum serentak, percepatan penurunan kemiskinan dan memperkuat infrastruktur strategis dan penanganan pasca bencana.
Penetapan prioritas program usulan gampong juga mengacu pada berbagai permasalahan gampong yang sedang dihadapi, program kegiatan pembangunan yang belum berjalan pada tahun sebelumnya dan juga
berdasarkan pada Rencana Pembangunan Kabupaten Bireuen (RPK) tahun 2023-2026, yang nantinya daftar prioritas kegiatan pembangunan di wilayah kecamatan menurut fungsi/SKPD atau gabungan SKPD, akan siap
dibahas pada forum SKPD dan Musrenbang Kabupaten.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Pemkab-Buka-Musrenbang-di-Peulimbang.jpg)