Berita Banda Aceh
Hiswana Migas Temukan LPG 3 Kg Dijual di Atas HET, Dipatok Harga Hingga Rp 40 Ribu Per Tabung
"Harga LPG 3 kg mencapai Rp 35.000 hingga Rp40.000. Ini sudah sangat tidak wajar dari yang seharusnya harus di jual Rp 18.000 per tabung," sebutnya.
Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Saifullah
Laporan Muhammad Nasir | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Sejumlah LPG ukuran 3 kg atau LPG melon didapati dijual dengan harga yang jauh di atas harga eceran tertinggi (HET).
Bahkan, masyarakat kelas bawah di seputaran Banda Aceh semakin susah menemukan gas 3 kg tersebut.
Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Aceh, Nahrawi Noerdin pun mendesak Dinas Perdagangan Dan Koperasi Kota Banda Aceh memperketat pengawasan distribusi LPG 3 kg untuk masyarakat miskin, terutama mereka para pelaku usaha mikro.
Hal ini disampaikan Nahrawi Noerdin setelah menerima laporan langsung dari pelaku usaha mikro yang berjualan di seputaran kota Banda aceh.
Menurut Nahrawi, mereka mendapatkan LPG tersebut di kios-kios, sementara di pangkalan susah mereka dapatkan.
Selain karena harus mengantri panjang, stocknya juga terbatas.
"Harga LPG 3 kg mencapai Rp 35.000 hingga Rp40.000. Ini sudah sangat tidak wajar dari yang seharusnya harus di jual Rp 18.000 per tabung," sebut pria yang biasa disapa Toke Awi ini.
Nahrawi menegaskan, tidak ada alasan untuk tidak mendapatkan LPG 3 kg bagi usaha mikro. Karena dalam aturan, mereka berhak mendapatkannya.
"Disperindag dan Koperasi Kota Banda aceh harus lebih jeli melihat kondisi ini sehingga masyarakat yang berhak mendapatkan LPG 3 kg bisa dengan mudah mendapatkatnya, tentu sesuai HET," tegasnya.
Selain itu, Nahrawi mempertanyakan adanya LPG 3 kg yang dijual di kios-kios.
Padahal aturannya, LPG 3 kg dari agen penyalur ke pangkalan kemudian dari pangkalan langsung ke masyarakat penerima manfaat.
"Dari mana sumber LPG 3 kg di kios ini? Jika ada pangkalan yang bermain, Disperindag harus mengambil tindakan dengan menegur dan menghentikan suplai ke pangkalan tersebut," pintanya.
Hiswana Migas mencatat, ada 138 pangkalan LPG di Banda Aceh.
Mereka mendapat pasokan dari 3 agen penyalur.
Papar Toke Awi, saat ini pangkalan gas hampir berada di setiap kampung yang ada di Banda Aceh.
"Disperindag dan Koperasi harus melibatkan semua elemen untuk mengawasi ini, sehingga penyaluran LPG 3 kg tepat sasaran,” tutupnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/antrean-lpg-3-kg-di-bireuen.jpg)