Berita Aceh Selatan

Lagi, Harimau Ditemukan Mati Diduga Terkena Jerat Babi

Bangkai harimau itu ditemukan sekitar pukul 09.00 WIB. Camat Meukek, Izwar kepada Serambi mengatakan, kucing besar itu ditemukan mati

Editor: mufti
DOK KIRIMAN WARGA
HARIMAU MATI - Seekor harimau ditemukan mati di perkebunan warga di Desa Bukit Meueh, Kecamatan Meukek, Kabupaten Aceh Selatan, Sabtu (11/3/2023). 

“Penemuan harimau mati tersebut sekira pukul 09.00 WIB, saat warga ke kebun.” IZWAR, Camat Meukek

SERAMBINEWS, TAPAKTUAN - Belum lagi selesai proses hukum kasus pembunuhan harimau di Aceh Timur, pada Sabtu (11/3/2023) kemarin kembali ditemukan bangkai harimau di perkebunan warga, Desa Bukit Meueh, Kecamatan Meukek, Kabupaten Aceh Selatan.

Bangkai harimau itu ditemukan sekitar pukul 09.00 WIB. Camat Meukek, Izwar kepada Serambi mengatakan, kucing besar itu ditemukan mati dalam kondisi terkena jerat babi di sekitar perkebunan warga. “Penemuan harimau mati tersebut sekira pukul 09.00 WIB, saat warga ke kebun," katanya.

Izwar mengatakan, terkait temuan bangkai harimau itu, pihaknya telah menghubungi tim dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh untuk dilakukan penanganan. "Saat ini pemerintah gampong sedang menunggu tim BKSDA untuk dilakukan penanganan," ujar Izwar.

Hingga berita ini diturunkan, Serambi belum berhasil menghubungi pihak BKSD Aceh. Untuk diketahui, kasus kematian harimau tersebut merupakan yang kedua terjadi sejak awal 2023 ini. Sebelumnya, seekor anak harimau ditemukan mati di Desa Peunaron Lama, Kecamatan Peunaron, Kabupaten Aceh Timur, Rabu (22/2/2023).

Harimau itu mati karena diracun oleh warga setempat, Syahril, karena kesal tiga ekor kambingnya mati diterkam satwa dilindungi tersebut. Atas laporan BKSDA, polisi lalu menangkap Syahril.

Sering konflik

Aceh Selatan sendiri merupakan daerah yang paling sering terjadi konflik antara harimau dengan manusia. Awal tahun ini saja setidaknya sudah dua kali terjadi kasus penyerangan harimau terhadap manusia.

Serangan pertama terjadi pada 28 Januari 2023 terhadap tim ranger dari Forum Konservasi Lauser (FKL) di kawasan Hutan Sampali, Kluet Tengah, yang menyebabkan beberapa orang mengalami luka-luka. Lalu pada 2 Februari 2023, harimau kembali menerkam dua warga yang merupakan ayah dan anak sehingga menyebabkan luka-luka serius. Pada 4 Februari 2023, harimau penyerang warga itu berhasil ditangkap oleh BKSDA Aceh.(l)

 

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved