Berita Aceh Timur
Pj Bupati Aceh Timur Sudah Diperbolehkan Pulang
Kondisi Penjabat (Pj) Bupati Aceh Timur, Ir Mahyuddin MSi, semakin membaik dan pada Senin (13/3/2023) hari ini sudah diperbolehkan pulang
SERAMBINEWS, IDI - Kondisi Penjabat (Pj) Bupati Aceh Timur, Ir Mahyuddin MSi, semakin membaik dan pada Senin (13/3/2023) hari ini sudah diperbolehkan pulang. Mahyuddin mengalami kecelakaan pada Rabu (8/3/2023) yang menyebabkan tangan kirinya cidera parah. Dokter terpaksa mengambil tindakan operasi bedah orthopedi dan traumatologi pada tangan kiri tersebut.
"Alhamdulillah kondisi Pak Pj Bupati sudah membaik. Diperkirakan Senin besok (hari ini) sudah diperbolehkan pulang," ungkap Direktur RSUD Zubir Mahmud, dr Edi Gunawan, kepada Serambi, Minggu (12/3/2023) malam.
Edi Gunawan melanjutkan, setiba di Aceh Timur nantinya, Pj Bupati akan tinggal di Pendopo Bupati untuk menjalani rawat jalan dan penyembuhan.
Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Timur, Muhammad Iqbal SSTP MAP. "Kondisi kesehatan Pak Pj Bupati sudah membaik. Besok akan dilakukan visit dan observasi oleh tim dokter RSUZA. Diprediksi satu atau dua hari ini sudah diperbolehkan pulang," ungkap Muhammad Iqbal.
Selama menjalani perawatan di RSUZA, banyak pejabat Aceh Timur, yang datang menjenguk Mahyuddin, termasuk juga Pj Gubernur Aceh. Seperti pada Minggu (12/3/2023) kemarin, Ketua DPRK Aceh Timur, Fattah Fikri, dan anggota DPD RI, H Sudirman (Haji Uma) juga datang menjenguk ke rumah sakit.
"Alhamdulillah kondisi Pak Pj Bupati sudah sehat. Beliau tampak semangat pascamenjalani operasi," kata Fattah Fikri.
Dia berharap Pj Bupati segera sembuh dan dapat beraktivitas kembali. "Kita berharap Pak Pj segera sembuh dan dapat menjalankan tugas kembali. Kita tetap mendukung dan kerja sama yang baik untuk Aceh Timur yang lebih baik," imbuhnya.
Perlu voorijder
Sebelumnya, Anggota DPR RI, Nasir Djamil juga datang menjenguk Pj Bupati Aceh Timur di rumah sakit. Kepada Serambi, Nasir menilai tentang perlunya pengawalan voorijder dalam mengamankan setiap perjalanan dinas kepala daerah.
Hal ini didasarkan pada kasus kecelakaan yang terjadi pada pejabat daerah, seperti yang dialami Pj Bupati Aceh Timur, Mahyuddin, istri Wali Kota Langsa Usman Abdullah, dan istri Bupati Pidie Roni Ahmad (Abusyik). “Idealnya harus ada patwal (patroli dan pengawalan), menurut saya ini penting,” kata Nasir Djamil.
Pihaknya belum mengetahui persis apakah persoalan voorijder ada diatur untuk bupati atau wali kota. Sejauh ini, yang diketahuinya, pengawal voorijder diberikan kepada gubernur, pejabat negara, atau pejabat negara asing. “Saya belum pernah melihat bupati wali kota dikawal voorijder. Ke depan, apakah itu pj atau defenif saya kira perlu dikawal voorijder,” imbuh Anggota Komisi III DPR RI ini.(sn/yos)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/keadaan-pj-bupati-aceh-timur-usai-tabrakan.jpg)