Rabu, 13 Mei 2026

Serambi Demokrasi Awards 2023

Konsen dalam Penegakan Syariat Islam

“Pemuda hari ini merupakan pemimpin masa depan. Jadi, generasi milenial harus menyiapkan diri sebagai penyambung estafet kepemimpinan.”

Tayang:
Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Ibrahim Aji
FOR SERAMBINEWS.COM
Ketua DPRK Banda Aceh, Farid Nyak Umar, bertemu seneas muda Aceh. 

FARID menilai, dukungan anak-anak muda juga sangat diperlukan untuk mewujudkan syariat Islam di Kota Banda Aceh.

Di kursi legislatif, Farid sudah sejak lama dikenal sebagai anggota dewan yang vokal bersuara terhadap penegakan syariat Islam. Ia kerap bersuara lantang terhadap sesuatu yang melanggar syariat.

Farid mengatakan, saat ini Banda Aceh sedang mengalami bonus demografi, di mana jumlah usia produktif melebihi 60 persen dari total penduduk Banda Aceh.

Generasi muda diharapkan terlibat dalam penegakan syariat Islam, karena pemuda merupakan pemimpin di masa yang akan datang.

“Pemuda hari ini merupakan pemimpin masa depan. Jadi, generasi milenial harus menyiapkan diri sebagai penyambung estafet kepemimpinan.”

Karena zaman terus berubah, waktu berganti dan teknologi informasi berkembang sangat cepat,” papar Farid.

Menurut Farid, pendekatan dakwah terhadap generasi milenial perlu dilakukan melalui pemanfaatan media komunikasi dan teknologi.

Sebab generasi milenial suka dengan kebebasan, senang melakukan personalisasi, mengandalkan kecepatan informasi yang serba ingin cepat, senang belajar dengan lingkungan yang inovatif, serta aktif berkolaborasi dan hyper dengan kemajuan teknologi.

Karena itu, kemajuan teknologi harus dimanfaatkan secara baik agar tidak terjerumus pada halhal negatif.

“Potensi anak muda milenial sangat besar. Ini harus digunakan untuk hal-hal positif, agar tidak terjerumus pada narkoba, pergaulan bebas dan tindakan kriminal lainnya.”

“Sebab generasi muslim milenial mudah beradaptasi, melek teknologi, aktif di medsos, dan berpikir terbuka.”

“Mereka generasi harapan yang akan menentukan berhasil atau gagalnya penegakan syariat di Banda Aceh,” ungkap Farid yang juga Ketua DPD PKS Banda Aceh.

Farid juga menjelaskan, generasi milenial perlu menjadi pribadi positif.

Melihat sesuatu dari sudut pandang yang positif dan melakukannya dengan optimis.

Lalu mereka juga harus progresif terhadap tantangan dan perubahan dengan ikut terlibat aktif menanggapi isu kekinian, seperti penegakan syariat Islam di Kota Banda Aceh.

“Generasi milenial tidak boleh menjadi pribadi yang pesimis, apalagi apatis.”

“Tidak ditentukan oleh lingkungan dan orang lain, tapi harus percaya diri dalam menentukan sikap dan mampu memvisualisasikan dirinya,” katanya.

Ke depan, katanya, generasi milenial juga perlu menyiarkan dakwah Islam dan penerapan syariat Islam di Aceh kepada sesama generasi milenial dan dunia luar dengan menggunakan sarana IT dan media sosial.

“Dengan kemajuan teknologi yang dimiliki dunia saat ini milenial Islam bisa aktif dan kreatif membuat konten dakwah Islam yang menarik dan mudah dipahami,” ujar Farid yang juga kader Iskada itu.

Farid menambahkan, dengan kemajuan teknologi milenial bisa membuat event kreatif yang menarik minat generasi muda dengan muatan dakwah.

Bisa juga mendirikan berbagai komunitas dan mensyiarkan dakwah Islam yang berbasis komunitas.

“Menjadi dai milienial kekinian dengan tema-tema dakwah tentang remaja dan generasi muda, namun tetap cool dan syar’i,” tuturnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved