Serambi Demokrasi Awards 2023
Iskandar Ali, Bersama Rakyat kecil dan Lansia
Pembahasan secara intens antara legislatif dan eksekutif tetap mempertahankan sekitar 3.000 lebih tenaga kontrak di Aceh Besar.
Penulis: Indra Wijaya | Editor: Ibrahim Aji
KALI pertama maju sebagai calon anggota DPRK Aceh Besar pada 2019 dari Partai Amanat Nasional (PAN).
Iskandar Ali langsung dipercaya masyarakat duduk sebagai Ketua DPRK Aceh Besar periode 2019-2024.
Menjadi anggota dewan merupakan pengalaman pertama bagi Iskandar Ali.
Ia mulai terjun ke dunia politik jauh sebelum memutuskan maju sebagai calon legislatif.
Pria kelahiran, Siem, 12 April 1981 itu, juga dipercaya sebagai Ketua DPD PAN Aceh Besar.
Selama menjabat sebagai wakil rakyat, Iskandar Ali sudah memberikan sejumlah program prioritas kepada masyarakat.
Sejumlah saran kebijakan ia usulkan kepada pihak eksekutif.
Salah satunya saat mempertahankan tenaga honorer di Aceh Besar.
Pembahasan secara intens antara legislatif dan eksekutif tetap mempertahankan sekitar 3.000 lebih tenaga kontrak di Aceh Besar.
Hal itu dilakukannya, agar perencanaan daerah selaras dengan penganggaran.
Masalah anggaran menjadi fokusnya, apalagi saat ini angka kemiskinan di Aceh Besar masih di atas rata-rata nasional.
Karena itu, menurut dia, anggaran pascapandemi harus didekatkan pada pengentasan kemiskinan.
Iskandar memberikan beberapa model, seperti dengan komit tetap menganggarkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan juga produk sendiri, yakni Program Aceh Besar Sejahtera (ProAbes).
Program itu diberikan dengan harapan memberikan bantuan langsung ke masyarakat dan dirasakan hingga ke paling bawah.
Dengan komitmen anggaran seperti itu, masyarakat Aceh Besar tentunya akan sedikit terbantu.
Selain aktif menyuarakan kebijakan yang mengarah untuk kepentingan rakyat, Iskandar Ali juga dikenal sebagai sosok yang peduli sosial.
Setiap tahunnya ia selalu melakukan perbaikan rumah masyarakat miskin.
Untuk tahun 2022 saja, setidaknya 30 rumah yang direhab baik melalui anggaran APBD maupun kantong pribadinya sendiri.
Hal itu ia lakukan sebagai bentuk sumbangsih dirinya untuk mengurangi beban di masyarakat.
Minimal masyarakat bisa terbantu.
Rehab rumah itu dia lakukan bukan atas adanya laporan masyarakat saja, namun ketika dirinya bersama anggota Fraksi PAN melakukan gowes tiap pagi minggu.
Melalui program “Saweu Wareih” ia dan Tim Weng Gari Meudiwana memacu sepeda hingga ke pelosok-pelosok desa di Aceh Besar.
Gowes tersebut murni untuk bertemu dan menerima aspirasi masyarakat tanpa ada embelembel partai.
Dan itu rutin dilakukan setiap pagi minggu.
“Jadi program ini kita menyapa masyarakat Aceh Besar dengan gowes,” kata Iskandar.
Menurutnya, melalui gowes ia dapat melihat secara langsung bagaimana potret masyarakat Aceh Besar hingga ke pelosok gampong.
Pasalnya, ketika ia berkunjung satu kecamatan, dirinya banyak mendapat persoalan sosial dari masyarakat.
Salah satunya ketika dirinya melakukan gowes ke Gampong Grot Baro, Kecamatan Indrapuri, Minggu (30/10/2022) lalu.
Saat itu, ia menemukan salah satu rumah dengan pemilik atas nama Mak Ti (72) sudah tidak layak huni, bahkan hampir roboh.
Ketika meninjau langsung rumah yang bersangkutan, ia mendapati kondisinya sangat memprihatinkan dan tidak layak lagi untuk ditinggali kecuali untuk memasak di dapur bawah.
Bahkan, Mak Ti sendiri harus menumpang di rumah anaknya di sebelah.
Sementara untuk memasak masih menggunakan dapur miliknya di rumah yang hampir ambruk, tiangnya sudah miring dan dinding sudah sangat lapuk serta sebagian besar atap bocor.
Persoalan sosial seperti ini sangat sering ia temukan.
Hal ini menjadi penggerak bagi Iskandar Ali untuk membantu rumah milik Mak Ti.
Proses rehab rumah tersebut ia gunakan dengan uang pribadinya sendiri.
Selain rehab rumah, pada program Saweuh Wareih itu juga pihaknya memberikan bantuan sembako kepada sejumlah masyarakat.
Kemudian, mengadvokasi masyarakat yang sakit dan perlu dirujuk ke pusat kesehatan.
Saweuh Wareih ini dibentuk atas dasar kepedulian sosial dari anggota DPRK Aceh Besar Fraksi
PAN.
“Bahkan kita juga menemukan ada anak yang tidak bisa bersekolah karena terkendala biaya, masyarakat yang sakit.”
“Ini kerap kita temui saat melakukan gowes. Dan kita langsung fasilitasi yang bersangkutan,” ujarnya.
Sepanjang tahun 2023 ini juga, ia menargetkan semua kecamatan di Aceh Besar habis dikunjungi melalui program Saweu Wareih ini.
Selain mendapat potret Aceh Besar secara langsung, juga dapat melakukan pemetaan potensipotensi di setiap kecamatan.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Ketua-DPRK-Aceh-Besar-Iskandar-Ali-Roni.jpg)