Video
VIDEO Kasus Pembunuhan Dukun Pengganda Uang Semakin Menggemparkan Masyarakat
Kasus pembunuhan yang dilakukan oleh seorang dukun pengganda Slamet Tohari alias Mbah Slamet, semakin menggemparkan masyarakat.
Penulis: Muhammad Aziz | Editor: Taufik Hidayat
SERAMBINEWS.COM - Kasus pembunuhan yang dilakukan oleh seorang dukun pengganda uang di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Slamet Tohari alias Mbah Slamet, semakin menggemparkan masyarakat.
Hingga kemarin (4/4/2023) polisi sudah menemukan 12 jenazah yang diduga merupakan korban pembunuhan Mbah Slamet.
Menurut Iqbal, jasad para korban tersebut sudah terpendam selama sekira enam bulan.
Namun polisi masih bekerja menemukan detail semua korban lewat tim Disaster Victim Identification (DVI).
Mbah Slamet diduga mulai membunuh korbannya sejak 2020. Sayangnya, ia juga lupa identitas para korban yang telah dibunuhnya lantaran para korban itu kebanyakan justru bukan warga Banjarnegara.
Dari hasil penyidikan polisi, Mbah Slamet dalam menjalankan aksinya diketahui mengiming-imingi para korban dengan keuntungan besar bila menggandakan uang di tempatnya.
Misalnya jika korban menyetor uang Rp 40 juta hingga Rp 70 juta, maka mereka dijanjikan uangnya akan digandakan menjadi Rp 5 miliar.
Namun, bukannya menepati janji, para korban malah dibunuh secara keji dengan dikubur di satu liang lahat di area perkebunan di Desa Balun, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara.
Selain Mbah Slamet, polisi juga telah menangkap satu tersangka lain, yakni BS, yang berperan sebagai perantara pemasaran alias marketing.
Dalam aksinya, BS menawarkan jasa penggandaan uang lewat media sosial seperti Facebook.
Kasus pembunuhan yang dilakukan Mbah Slamet sendiri berawal dari laporan hilangnya seorang korban berinisial PO (53) asal Sukabumi, Jawa Barat.
Diketahui pula jika para korban itu dikubur oleh Mbah Slamet di lahan perkebunan di Desa Balun, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara.
Dibantu sejumlah relawan, polisi kemudian melakukan pencarian terhadap para korban.
Polisi melakukan penggalian sejak Senin (3/4/2023) siang. Dalam proses penggalian itu, Mbah Slamet berperan menunjukkan lokasi penguburan jenazah. (*)
VO : Suhiya Zahrati
Editor : Muhammad Aziz