Rabu, 13 Mei 2026

Berita Subulussalam

Mahasiswi asal Kota Subulussalam di Mesir Meninggal Dunia, Idap Komplikasi Penyakit

Ini menyusul meninggalnya Yusniati Binti Malim Sabar Pardosi, seorang mahasiswi asal Kota Subulussalam yang sedang menempuh pendidikan di Kairo Mesir

Tayang:
Penulis: Khalidin | Editor: Nurul Hayati
For Serambinews.com
Kondisi Yusniati Binti Malim Sabar Pardosi mahasiswi asal Kota Subulussalam, Provinsi Aceh saat kritis Februari lalu di ruang ICU Rumah Sakit Madinat Nasr City. Rabiatul Adawiyah Cairo Mesir akibat gangguan saraf di kepala, penyumbatan saluran paru-paru hingga gangguan ginjal stadium 2. 

Ini menyusul meninggalnya  Yusniati Binti Malim Sabar Pardosi, seorang mahasiswi asal Kota Subulussalam yang sedang menempuh pendidikan di Kairo Mesir.

Laporan Khalidin I Subulussalam

SERAMBINEWA.COM, SUBULUSSALAM - Innalillahi wa inna ilaihi rajiun dan kalimat telah berpulang ke rahmatullah meluncur melalui pesan singkat whatsapp hingga jejaring sosial di ponsel, Selasa (11/4/2023) tengah malam di Kota Subulussalam.

Ungkapan duka cita tersebut terus mengalir dari ponsel ke ponsel hingga media sosial seperti Facebook dan Instagram.

Ini menyusul meninggalnya  Yusniati Binti Malim Sabar Pardosi, seorang mahasiswi asal Kota Subulussalam yang sedang menempuh pendidikan di Kairo Mesir.

"Innalillahi Wainna Ilaihi Rajiun, telah berpulang ke Rahmatullah Yusniati Binti Malim Sabar pukul 16.20 waktu Cairo hari ini," tulis Malim Sempurna pada akun media sosial Facebook milik Malim Sabar Pardosi ayahanda Yusniati. 

Pascainformasi kepergian sang mahasiswi asal Desa Dah, Kecamatan Rundeng Kota Subulussalam tersebut, warga Subulussalam bergantian mengirimkan ucapan rasa duka.

Selain itu para netizen juga ramai-ramai memajang poster atau tulisan info meninggalnya Yusniati di laman Facebook mereka atau status WhatsApp.

Yusniati Malim, mahasiswa asal Kota Subulussalam, Aceh sejak Februari lalu mengalami kritis karena menderita penyakit komplikasi ruang Intensive care unit (ICU) Rumah Sakit Madinat Nasr City. Rabiatul Adawiyah Cairo Mesir.

Biaya rumah sakit yang harus ditanggung pun sangat tinggi yakni, mencapai ratusan juta sehingga keluarganya membutuhkan uluran tangan para dermawan.

Baca juga: Mahasiswa Meninggal Dunia di Mesir Usai Idap 3 Penyakit, Jenazah Yusniati Dimakamkan di Subulussalam

Tak pernah terbayangkan oleh sang ayahh Malim Sabar, jika anaknya yang selama ini menempuh pendidikan di Universitas Al-Azhar Cairo Mesir terkulai lemah di ruang ICU akibat penyakit yang mendera tubuhnya.

Padahal, dara kelahiran Dah 4 Agustus 2000 itu dikenal memiliki nilai akademik yang sangat baik alias cerdas, rajin, baik dan taat beribadah.

Alumni perdana Pondok Pesantren Daarurrahmah Sepadan pimpinan Haji Rasyid Bancin ini sejak SMP hingga SMA dilaporkan mendapat nilai bagus.

“Bahkan saat kuliah di Mesir selalu naik kelas dan taat beribadah. Dulu saat mondok dia juga santri yang pintar, patuh dan baik,” kata Haji Rasyid Bancin, pimpinan Ponpes Daarurrahmah Sepadan.

Kini, Yusniati yang dulu dikenal cerdas dan lincah dan sempat dirawat di ruang ICU Rumah Sakit Madinat Nasr City. Rabiatul Adawiyah Cairo Mesir telah menghadap kepada Yang Maha Kuasa.

Sebelumnya berdasarkan keterangan dokter yang menangani Yusniati, yakni dr Mahmud Mukhtar dan Muhammad  Handawi, mahasiswi tingkat empat, semester delapan jurusan Syariah Islamiah ini didiagnosa penyakit komplikasi.

Yusniati didiagnosa menderita gagal ginjal stadium 2, penyumbatan pada paru-paru hingga gangguan saraf di kepala.

Malim Sabar bersama istri pun tak dapat berbuat banyak untuk sang putri. 

Baca juga: Yusniati Mahasiswa Asal Subulussalam Meninggal Dunia di Mesir, Butuh 75 Juta untuk Pulangkan Jenazah

Kedua orang tua Yusniati kala itu hanya dapat menyaksikan sang anak berbaring lemah dari layar telepon genggam.

Merekan tak bisa menjenguk langsung karena kondisi jarak.

Malim Sabar meminta bantu pada mahasiswa teman-teman Yusniati, untuk membantu putrinya selama di rumah sakit.

“Tolong bantu anak saya, jagakan anak saya, kalianlah orang tuanya. Kami belum bisa ke Mesir untuk menjaga Yusniati,” ujar Malim dengan suara bergetar menahan tangis sebagaimana terekam di video call.

Malim tampak tak kuasa menahan tangis, manakala melihat anak gadisnya itu terkulai lemah tak sadarkan diri dalam perawatan medis di rumah sakit.

“Bangun nak, sehat ya nak. Ya Allah angkatlah penyakit anakku ini. Lekas sembuh anakku, kami orang tua mu di sini nak. Tolong dengar kami nak,” begitu antara lain kata yang terucap dari bibir orang tua Yusniati.

Seberapapun kata dan tangis, Yusniati tampak tak dapat menjawab. 

Dia hanya berbaring tanpa bergerak.

Baca juga: 8 Mahasiswa UIN Ar-Raniry Alumni MA Darul Ulum Banda Aceh Lanjut Studi ke Mesir

Hampir setiap saat terdengar tangisan pilu disertai napas yang tersesak dari mulut sang orang tua menahan perihnya batin menyaksikan anaknya menahan sakit yang menggelanyut di tubuhnya. 

Sementara selang oksigen dan infus dan alat medis lainnya seakan "tumbuh menjalar" di tubuh mungil Yusniati, lantaran hidup si gadis malang  itu sangat bergantung dengan alat bantuan medis. (*)

Baca juga: Lima Alumni Dayah Jeumala Amal Diterima Kuliah di Al-Azhar Mesir, 20 Lulus SNBP

 

Kondisi Yusniati Binti Malim Sabar Pardosi mahasiswi asal Kota Subulussalam, Provinsi Aceh saat  kritis Februari lalu di ruang ICU Rumah Sakit Madinat Nasr City. Rabiatul Adawiyah Cairo Mesir akibat gangguan saraf di kepala, penyumbatan saluran paru-paru hingga gangguan ginjal stadium 2.
Kondisi Yusniati Binti Malim Sabar Pardosi mahasiswi asal Kota Subulussalam, Provinsi Aceh saat kritis Februari lalu di ruang ICU Rumah Sakit Madinat Nasr City. Rabiatul Adawiyah Cairo Mesir akibat gangguan saraf di kepala, penyumbatan saluran paru-paru hingga gangguan ginjal stadium 2. (For Serambinews.com)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved