Berita Aceh Barat

Keuchik Pasi Janeng Aceh Barat Minta Selamatkan Permukiman Warga dari Ancaman Erosi Krueng Woyla

Keuchik Pasi Janeng, Kecamatan Woyla Timur, Kabupaten Aceh Barat meminta pemerintah guna menyelamatkan permukiman padat penduduk dari ancaman erosi.

Penulis: Sadul Bahri | Editor: Saifullah
For Serambinews.com
Salah satu titik lokasi daerah erosi di Gampong Pasi Janeng, Kecamatan Woyla Timur, Kabupaten Aceh Barat, Senin (10/4/2023). 

Laporan Sa'dul Bahri | Aceh Barat

SERAMBINEWS.COM, MEULABOH – Keuchik Pasi Janeng, Kecamatan Woyla Timur, Kabupaten Aceh Barat meminta pemerintah guna menyelamatkan permukiman padat penduduk dari ancaman erosi Krueng Woyla dengan pembangunan tebing pengaman di daerah titik rawan tersebut.

Sebagian besar warga di daerah itu was-was dengan kondisi erosi yang terjadi perlahan-lahan.

Terlebih jika terjadi pemindahan aliran sungai, tentunya akan semakin mengkhawatirkan masyarakat karena terancam kehilangan rumah dan tanah akibat dari pengikisan bagian tebing yang terus menggerogoti setiap terjadi banjir.

“Kita minta kepada dinas terkait atau pemerintah untuk melakukan upaya pencegahan agar pemukiman warga di Desa Pasi Janeng bisa diselamatkan dari ancaman erosi Krueng Woyla,” harap Keuchik Pasi Janeng, Ifril Yadi kepada kepada Serambinews.com, Kamis (13/4/2023).

Disebutkan, pihaknya berharap adanya perhatian serius dari pemerintah untuk penanganan dan pencegahan erosi tersebut.

Sehingga pencegahan lebih baik dari pada datang bantuan setelah rumah masyarakat ambruk ke sungai.

Baca juga: Jalan Provinsi Putus Digerus Erosi, Warga Nagan Raya Pinjamkan Tanah ke Pemkab untuk Jalan Darurat

Menurutnya, potensi tersebut akan terjadi cepat jika aliran sungai akan berpindah lagi pada aliran lama kawasan padat penduduk.

Sehingga ancaman tersebut harus ada pencegahan dari awal agar permukiman warga, perkebunan dan sawah, selamat dari ancaman erosi.

Selain itu, urai Keuchik Pasi Jeneng, jika terjadi pemindahan aliran sungai maka miliaran aset desa akan tenggelam hilang digerus sungai.

Salah satunya masjid, jembatan, dan rumah-rumah warga akan terancam ambruk ke sungai.

“Sebenarnya masalah tersebut telah diangkat sejak tahun 2021 dan 2022 lalu hingga tahun 2023, namun sejauh ini belum ada titik temu terhadap persoalan tersebut,” tukasnya.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved