Kupi Beungoh

Idul Fitri dan Momentum Silaturahmi

Idul Fitri juga merupakan sarana bersilaturahmi dan saling membebaskan dari segala belenggu syahwat yang angkuh dan sombong, hingga mampu menjadi tund

|
Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM
Shafwan Bendadeh SHI MSh, dosen STIS Nahdlatul Ulama Aceh 

Oleh: Shafwan Bendadeh SHI MSh*)

BULAN suci Ramadan 1444 H tahun ini hampir berakhir, hanya menunggu hitungan jam saja. Tidak terasa kita dapat melewatinya dengan penuh suka duka, pasti menjalankannya dengan penuh semangat dan ikhlas selama 30 hari lamanya.

Idul Fitri adalah momentum untuk menguatkan niat menggapai ridha Ilahi, karena dengan niat yang kuatlah yang dapat menghantarkan diri menuju iman dan takwa. Hari kemenangan dan membahagiakan, dalam bentuk silaturahmi dan bermaafan sehingga kembali kepada fitrah, suci dari kesalahan dan dosa.

Idul Fitri identik dengan kegiatan berkumpul bersama keluarga besar untuk saling bermaaf-maafan. Memaafkan serta meminta maaf merupakan akhlak mulia, dan bahkan merupakan kesempurnaan iman, karena memaafkan merupakan prilaku yang sangat mulia namun berat jika nafsu kita tetap membelenggu, karena nafsu akan senantiasa membelenggu manusia mengalahkan akal serta relung hati yang mendalam.

Hawa nafsu yang selalu menjerumuskan kearah keburukan dan kesesatan, hingga Allah Swt telah memberikan kesempatan kepada hamba yang beriman untuk melemahkan nafsu tersebut agar menjadi tunduk dan patuh pada Allah, sebagai bentuk pengabdian hamba dalam bentuk ibadah puasa, yang kemudian Allah menganugerahkan kepada orang yang beriman untuk kembali kepada ridha-Nya dalam bentuk iman takwa yang sempurna.

Idul Fitri merupakan kebaikan yang mulia agar saling berbagi kebahagiaan dengan bentuk yang mulia yaitu yang besar menghargai yang kecil dan sebaliknya yang kecil menghormati yang besar, merupakan sebuah fitrah kemanusiaan yang diajarkan dalam agama Islam.

Ini Sosok Reihana,Wanita Kelahiran Aceh yang Jadi Kadinkes Lampung, Gaya Hidup Mewahnya Kini Disorot

Idul Fitri juga merupakan sarana bersilaturahmi dan saling membebaskan dari segala belenggu syahwat yang angkuh dan sombong, hingga mampu menjadi tunduk dan rendah hati serta saling memaafkan, hingga pada kesempatan itulah menjadi lebur, yaitu leburnya dari dosa dan kesalahan.

Anjuran silaturahmi

Anjuran silaturahmi pada lingkungan sekitar mungkin tidak asing lagi di kalangan umat muslim di momen hari raya atau pada kegiatan-kegiatan lainnya. Istilah silaturahmi berasal dari dua kata gabungan dalam bahasa Arab, yaitu shilah dan ar-rahim, yang secara bahasa diartikan sebagai menghubungkan tali kekerabatan atau rasa kasih sayang antar sesama manusia.

Tujuan dari diperintahkan menjalankan silaturahmi adalah berkaitan dengan keharusan bagi setiap umat manusia untuk menjaga hubungan persaudaraan. Umat manusia diharapkan saling menjaga, menyayangi, menghormati, dan saling menyelamatkan. Terlebih, di era kemajuan teknologi saat ini, silaturahmi menjadi salah satu hal yang penting dilakukan.

Anjuran untuk melakukan silaturahmi juga dibahas dalam banyak riwayat hadis diantaranya hadis yang diriwayatkan oleh Abu Ayyub al-Anshari: “Beribadahlah pada Allah Swt dengan sempurna, jangan syirik, dirikanlah shalat, tunaikan zakat, dan jalinlah silaturahmi dengan orang tua dan saudara.” (HR. Bukhari).

Besok Ada Gerhana Matahari Total, Jadwal dan Wilayah yang Alami Gerhana Matahari Total 20 April 2023

Pada hadis yang lain berkaitan dengan keutamaan dari silaturahmi, Aisyah meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda: “Kekerabatan itu berada di arsy, ia berkata, siapa yang menyambung kepadanya (kebaikan), dan siapa yang memutusku, maka Allah akan memutus darinya (kebaikan).” (HR. Bukhari dan Muslim).

Ramadan, idul fitri dan silaturahmi adalah momentum, suatu kebiasaan mulia untuk dapat melatih kita menuju insan yang taat dan mulia. Pasca lebaran seharusnya kita telah terbiasa melakukan kebaikan baik dalam beribadah dan beramal shalih, hingga benar-benar amaliyah kita pasca lebaran menjadi kebiasaan yang mulia dalam keberkahan dan keimanan serta ketakwaan. Wallahu a’lam bishawab.(*)

*) PENULIS adalah dosen STIS Nahdlatul Ulama Aceh

KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.
 
Baca Artikel KUPI BEUNGOH Lainnya di SINI

Besok Ada Gerhana Matahari Total, Jadwal dan Wilayah yang Alami Gerhana Matahari Total 20 April 2023

Kisah Suami Tinggalkan Istri saat Mudik, Sadar Saat Tiba di Pekalongan, Berawal dari Salah Jalan

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved