Minggu, 24 Mei 2026

Kupi Beungoh

DPR Itu, Mewakili Siapa?

Untuk apa DPR itu dipilih? Apa guna DPR ? kenapa rakyat harus  sibuk-sibuk memilih DPR? Katanya: "untuk mewakili suara rakyat"

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Amirullah
ist
Dr. Ainal Mardhiah, S.Ag, M.Ag adalah Dosen Tetap Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan UIN Ar Raniry Banda Aceh. 

Berjalan waktu anak butuh uang, melakukan hal-hal yang terlarang untuk mendapatkannya, butuh kasih sayang dia mencari yang aman dari sesama teman bahkan dari sesama jenis.

Tidak salah kata Rasulullah: "kemiskinan mendatangkan kekafiran" , meski tidak nyata-nyata anak-anak itu mengatakan mereka kafir, murtad dari Islam,  namun prilaku mereka tidak mencerminkan sikap, akhlak seorang muslim, menunjukkan dia sudah jauh dari Islam,  tidak  shalat,  melakukan hal-hal yang haram. Sangat sedih melihat generasi di negari ini.

Untuk apa wakil rakyat?

Anak-anak, remaja,  orang tua mangkal siang malam di warkop,  kafe-kafe sampai pagi lagi menjelang ada yang belum pulang ke rumah.  Tidak ada yang peduli,  tidak ada yang mengingatkan,  tidak ada aturan yang menjaga generasi ini dari kehancuran yang sudah jelas di depan mata.

Seperti adanta aturan jam 11 malam tidak boleh ada warkop, kafe yang buka, tidak boleh anak-anak, remaja di luar rumah melewati jam 11 malam.

Untuk apa wakil rakyat?

Kesehatan mahal, sulit, rumit,  berbelit-belit, belum lagi pilih kasih,  apalagi kalau tidak ada saudara atau kenalan di Rumah Sakit, jangan  berharap di layani dengan baik. Kecuali yang bayar.

Belum lagi, ada banyak kasus malpraktek di pemberitaan, yang membuat masyarakat ketakutan dan khawatir jika berurusan dengan rumah sakit,  dan medis.

Kita lihat masyarakat lebih memilih berobat keluar negri, karena  katanya dokter diluar negeri lebih serius dalam mengobati dan lebih menghargai pasien.

Masyarakat berobat di dalam negeri jika terpaksa, karena tidak ada uang, sedangkan mereka yang banyak uang rata-rata berobat ke luar negeri.

Apa kurang pintar tim medis di dalam negri ini?  apa kurang canggih alat yang dimiliki,  saya rasa tidak. 

Yang kurang adalah keseriusan, dan kurang menghargai pasien,  sebagian tim medis senyum saja dengan pasien sulit.

Seperti dikata oleh Tim Medis luar negeri bahwa: "Tim Medis dalam negri tidak serius dalam mengobati pasien".

Apakah mereka, tidak melihat bahwa pekerjaan ini jalan mereka ke syurga,  selain untuk mencari rezeki?

Meski tidak semua  tim medis demikian,  namun yang banyak di jumpai oleh pasien adalah yang tidak serius,  yang tidak begitu menghargai pasiennya. Padahal, pasien  adalah ladang rezeki buat mereka,  sekaligus jalan ke syurga yang mereka pilih, bukan diminta oleh pasien.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved