Kamis, 7 Mei 2026

ART yang Bawa Jasad Bayi Sendiri ke Rumah Sakit Akhirnya Dibebaskan, Begini Penjelasan Polisi

Aparat kepolisian membeberkan penyebab meninggalnya bayi dari asisten rumah tangga (ART) di Gambir, Jakarta Pusat.

Tayang:
Editor: Eddy Fitriadi
Google/Net
Ilustrasi. ART yang Bawa Jasad Bayi Sendiri ke Rumah Sakit Akhirnya Dibebaskan, Begini Penjelasan Polisi. 

SERAMBINEWS.COM - Aparat kepolisian membeberkan penyebab meninggalnya bayi dari asisten rumah tangga (ART) di Gambir, Jakarta Pusat.

ART berinisial GM (19) itu sebelumnya membawa bayinya ke Rumah Sakit Budi Kemuliaan.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Hady Siagian mengungkapkan, penyebab meninggalnya bayi itu karena GM sempat meminum obat pereda sakit lambung.

Akibatnya, GM mengalami kontraksi hingga melahirkan.

"GM itu punya sakit maag, dia makan salah satu jenis obat sakit lambung. Setelah itu dia mengalami kontraksi hingga melahirkan anaknya di kos-kosan di Gambir," ucap Hadi saat dikonfirmasi, Minggu (9/7/2023).

Lanjut Hady, dirinya pun mengatakan bahwa anak yang dilahirkan GM yang kemudian meninggal dunia itu bukan hasil hubungan gelap.

Berdasarkan keterangan GM, anak tersebut merupakan hasil dari pernikahan sirinya namun kini telah bercerai.

"Anak itu hasil dari suami sirinya, GM telah bercerai dari suaminya dan dia tinggal di kosan sendirian," jelasnya.

Alhasil berdasarkan proses penyelidikan, Hady menegaskan bahwa pihaknya tidak menemukan adanya unsur pidana dalam kejadian tersebut termasuk dugaan praktik aborsi.

GM pun dikatakan Hady kini sudah dibebaskan dan hanya menjalani wajib lapor ke pihak berwajib.

"GM tidak ditahan, kita belum melihat adanya aborsi karena kita belum dapati unsur ke arah sana. GM itu juga sudah punya anak satu," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, seorang asisten rumah tangga (ART) berinisial GM (19) diamankan polisi lantaran membawa bayi dalam keadaan sudah meninggal ke Rumah Sakit Budi Kemuliaan, Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (8/7/2023) kemarin.

Kanit Reskrim Polsek Gambir Kompol Andhika Aris Prasetya membenarkan hal tersebut dan mengatakan bahwa pihaknya mendapat laporan dari rumah sakit terkait hal tersebut.

"Iya benar. Kami sudah lakukan interogasi awal setelah dapat informasi dari pihak rumah sakit. Kasusnya sekarang ditangani Unit PPA Polres Metro Jakarta Pusat," kata Andhika ketika dikonfirmasi, Minggu (9/7/2023).

Dijelaskan Andhika, adapun hal itu bermula ketika GM membawa jasad seorang bayi ke rumah sakit dan mengaku bahwa dirinya hanya dititipkan oleh temannya.

Namun saat pihak rumah sakit melakukan pengecekan kondisi GM diketahui bahwa wanita muda tersebut didapati baru saja melahirkan.

"Karena merasa curiga lalu pihak rumah sakit melapor ke Polsek Gambir," kata Andhika.

Usai menerima laporan dan melakukan interogasi kepada GM, polisi kemudian lanjut melakukan pengecekan di indekos milik wanita tersebut di daerah Jalan Sadar 2, Petojo Utara, Gambir Jakarta Pusat.

Saat tiba di indekos tersebut polisi menemukan sejumlah sejumlah barang bukti salah satunya berupa obat anti nyeri.

"Di kamar mandi indekos yang bersangkutan juga ditemukan ada sprei dan baju bekas dengan noda darah lagi direndam," jelasnya.

Sementara itu berdasarkan hasil pemeriksaan rumah sakit Andhika menuturkan, bahwa bayi tersebut sudah meninggal dunia delapan jam sebelum dibawa ke rumah sakit.

Polisi pun saat ini disebut masih mendalami apakah bayi tersebut merupakan hasil hubungan gelap dari pelaku GM.

"Sementara bayi hasil hubungan siapa masih kami selidiki. Saat ini kasusnya kami limpahkan ke Polres Metro Jakarta Pusat karena polsek tidak mempunyai petugas penyelidik (Unit) PPA," ungkapnya.(*) 


Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul "Tak Ditemukan Unsur Pidana, Polisi Bebaskan ART Bawa Jasad Bayinya Sendiri ke Rumah Sakit di Gambir"

 

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved